SENAYANPOST - Khaled Nabhan, seorang kakek Palestina yang viral syahid pada Senin pagi dalam serangan Israel di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza Tengah.
Sebagaimana diketahui, Khaled Nabhan terkenal di seluruh dunia karena kehilangan cucu kesayangannya yang bernama Reem dan menyebutnya 'Jiwa Jiwaku'.
Serangan artileri terjadi di dekat pemakaman di kamp pengungsi, tempat dua orang lainnya juga syahid.
Sebuah video Khaled muncul saat dia mencium tubuh tak bernyawa cucunya yang berusia tiga tahun, Reem, dan memanggilnya 'jiwa dari jiwaku!'
Baca Juga: Polisi Otoritas Palestina Bunuh Pejuang Perlawanan Senior di Kota Jenin
Reem dan saudara laki-lakinya yang berusia lima tahun, Tariq, tewas ketika serangan udara Israel menghantam rumah mereka di Gaza selatan.
"Saya menemukan diri saya di bawah reruntuhan rumah," kata Khaled saat itu sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Quds News Network pada 16 Desember 2024.
"Saya menderita memar dan putri saya terluka, sementara kami kehilangan dua cucu saya, Reem dan Tariq. Putra dan putri saya yang lain terluka," lanjutnya.
Khaled menambahkan bahwa cucunya Reem adalah bagian dari hidupnya.
Baca Juga: Abu Mohammad Al Julani Sebut Tak Ingin Terlibat Konflik dengan Israel
Ia juga aktif membagikan momen-momen terbaik bersama cucunya di media sosial.
"Reem adalah bagian dari hidup saya. Sebelum dia meninggal, saya bermimpi dia tumbuh dewasa dan meraih cita-citanya untuk kuliah dan berkonsultasi dengan saya tentang pemilihan jurusan," ujarnya.
Setelah kepergian Reem dan Tariq, Khaled aktif membantu warga Gaza di tengah bombardir dan serangan Israel.
Tidak sedikit ia memberikan kata-kata motivasi dan penguat untuk warga Gaza lainnya di tengah tragedi kemanusiaan ini.
Artikel Terkait
Jet Israel Serang Damaskus Usai Bashar Al Assad Lengser, Netanyahu: Kami Kirimkan Tangan Perdamaian
Hari ke-435, Hamas Tegaskan Ingin Akhiri Perang di Jalur Gaza dengan Israel
Israel Kirim Pesan ke Abu Mohammad Al Julani Penguasa Baru di Suriah, Ini Isinya
Abu Ubaidah Sebut Israel Penjajah Bom Berkali-kali Lokasi Tawanan hingga Penghuninya Dipastikan Tewas
Abu Mohammad Al Julani Sebut Tak Ingin Terlibat Konflik dengan Israel