Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh Dibunuh di Iran Akibat Serangan Udara Israel

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 31 Juli 2024 | 15:45 WIB
Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh dibunuh dalam serangan udara di Teheran, Iran diduga dari Israel. (t.me/qassambrigades)
Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh dibunuh dalam serangan udara di Teheran, Iran diduga dari Israel. (t.me/qassambrigades)
 

SENAYANPOST - Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh gugur bersama beberapa pengawalnya usai menghadiri peresmian Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Menurut pernyataan resmi Hamas, Ismail Haniyeh gugur sebagai upaya pembunuhan lewat serangan udara yang diduga dilakukan oleh Israel.

Pembunuhan terhadap Ismail Haniyeh yang menjadi petinggi Hamas ini juga dikonfirmasi oleh Pemerintah Iran baru-baru ini.

Korps Garda Revolusi Islam Iran juga mengonfirmasi kematian Haniyeh, beberapa jam setelah ia menghadiri upacara pelantikan presiden baru negara itu, Masoud Pezeshkian.

Baca Juga: Netanyahu Ungkap Rencana Pascaperang, Tak Ingin Jalur Gaza Dipimpin Otoritas Palestina dan Hamas

"Kemartiran Haniyeh di Teheran akan memperkuat ikatan yang dalam dan tak terpatahkan antara Teheran, Palestina, dan perlawanan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani pada 31 Juli 2024, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Itu adalah pembunuhan besar kedua yang dikaitkan dengan Israel dalam hitungan jam, setelah serangan di Beirut menewaskan seorang komandan senior Hizbullah, yang meningkatkan kekhawatiran bahwa kawasan itu sedang menuju perang besar-besaran.

Israel tidak segera mengomentari kematian Haniyeh dan biasanya tidak membenarkan atau membantah upaya pembunuhan di tanah asing.

Namun, Menteri Warisan Israel, Amichay Eliyahu, memuji pembunuhan tersebut, dengan mengklaim bahwa hal itu "membuat dunia sedikit lebih baik".

Baca Juga: Hamas Tanggapi Pidato Netanyahu di Kongres AS, Sebut Perdana Menteri Israel Tak Ingin Gencatan Senjata

"Tidak ada ampun bagi manusia fana ini," Kata Eliyahu dalam sebuah posting di X.

Pejabat Israel sebelumnya mengatakan mereka akan meminta pertanggungjawaban semua pemimpin Hamas atas serangan kelompok itu pada 7 Oktober di Israel selatan.

Pejabat senior Hamas Musa Abu Marzouk mengutuk pembunuhan itu sebagai tindakan pengecut.

"Hamas adalah sebuah institusi dan ideologi yang tidak akan terpengaruh oleh pembunuhan salah satu pemimpinnya," kata Musa Abu Marzouk.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga mengutuk pembunuhan itu, menyebutnya pengecut dan berbahaya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X