SENAYANPOST - Kelompok Perlawanan Lebanon, Hizbullah belum lama ini merilis video dari drone atau pesawat nirawak yang terbang di langit Haifa, Israel.
Video tersebut memperlihatkan tanah Palestina yang diduduki, mulai dari Kiryat Shmona, Nahariya, Safad, Karmiel, Afula hingga Haifa dan pelabuhannya.
Diketahui, video yang dirilis Hizbullah itu berjudul 'Inilah yang Dibawa Pulang oleh Hoopoe' yang berdurasi sembilan menit tiga puluh detik tersebut.
Video itu juga mengungkap lokasi-lokasi sensitif Israel penjajah.
Baca Juga: Hizbullah Ultimatum Israel Penjajah, Hassan Nasrallah: Mereka yang Seharusnya Takut
Hizbullah menyoroti bahwa pesawat nirawaknya melewati pertahanan udara Israel dan kembali ke wilayah udara Lebanon tanpa terdeteksi.
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English, sumber-sumber tersebut mengatakan bahwa Hoopoe milik Perlawanan Islam di Lebanon tampak terbang di atas instalasi-instalasi yang paling sensitif, bukan hanya pangkalan militer Haifa.
Mereka menyoroti bahwa salah satu hal terpenting yang didokumentasikan oleh Hoopoe adalah area kompleks industri-militer yang berafiliasi dengan Perusahaan Rafael, yang merupakan area yang sangat sensitif.
Sumber tersebut menjelaskan bahwa perusahaan dan situs web yang mengkhususkan diri dalam pencitraan udara dan industri menahan diri untuk tidak menerbitkan gambar terbaru apa pun atas permintaan pemerintah Israel karena sensitivitasnya.
Baca Juga: DPR RI Sorot Pengalihan Kuota Haji Reguler ke Haji Plus oleh Kemenag: Ini Sangat Sembrono
Dalam konteks yang sama, para ahli mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa video Hizbullah mencakup tiga jenis target potensial: militer (Kompleks Industri-Militer dan Pangkalan Militer Haifa), sipil (area Krayot), dan strategis (Pelabuhan Haifa dan fasilitasnya).
Mereka menambahkan bahwa ketiga jenis target potensial tersebut dimaksudkan untuk membangun keseimbangan tiga dimensi pencegahan terhadap Israel, dengan masing-masing dimensi terkait dengan jenis target yang mungkin diserang Israel dalam setiap konfrontasi dengan Lebanon.
"Hizbullah ingin mengatakan bahwa (persamaannya adalah) militer untuk militer, sipil untuk sipil, dan strategis untuk strategis," ungkap sumber tersebut.
Menyinggung rincian video tersebut, para ahli menjelaskan bahwa rudal yang digambarkan di sebelah kartu target memiliki sirip pemandu di bagian depannya, yang melambangkan rudal yang presisi, yang merupakan pesan yang ingin disampaikan Hizbullah dalam video tersebut.
Artikel Terkait
Hizbullah Bantah Salah Satu Petinggi Militernya Tewas, IDF Justru Bilang Begini
Hizbullah dan Hamas Kecam Serangan AS dan Inggris ke Yaman, Bagaimana dengan Arab Saudi?
Pimpinan Hizbullah Sebut Tentara Penjajah Israel Kelelahan: Jumlah Korbannya Sangat Besar
Apakah Perang Besar akan Terjadi antara Israel dan Hizbullah?
Hizbullah Ultimatum Israel Penjajah, Hassan Nasrallah: Mereka yang Seharusnya Takut