SENAYANPOST - ISIS lewat pernyataan resminya mengaku bertanggung jawab atas serangan teror di gedung konser di Moskow belum lama ini.
Sebagaimana diketahui, serangan teror di gedung konser tersebut terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024 dan setidaknya menewaskan 60 orang warga sipil.
Serangan ini juga dilancarkan para teroris usai Presiden Rusia Vladimir Putin terpilih kembali menjadi presiden dan negara itu bersama China ikut mem-veto usulan gencatan senjata di Gaza dari Amerika Serikat (AS) di Dewan Keamanan PBB.
Aksi teror ini berawal dari orang-orang bersenjata yang mengenakan kamuflase melepaskan tembakan dengan senjata otomatis ke arah penonton konser di dekat Moskow pada hari Jumat, menewaskan sedikitnya 60 orang dan melukai 145 orang dalam serangan yang diklaim dilakukan oleh militan ISIS.
Dalam serangan paling mematikan di Rusia sejak pengepungan sekolah di Beslan tahun 2004, orang-orang bersenjata menembakkan peluru ke warga sipil tepat sebelum grup rock era Soviet Picnic tampil di hadapan penonton yang penuh di Balai Kota Crocus yang berkapasitas 6.200 kursi di sebelah barat ibu kota.
Baca Juga: Hari ke-167 Genosida, Brigade Al Qassam Halau Tank Israel Penjajah di Kompleks Medis Al Shifa
Video terverifikasi menunjukkan orang-orang mengambil tempat duduk mereka di aula, lalu bergegas menuju pintu keluar ketika tembakan berulang kali bergema di tengah teriakan.
Video lain menunjukkan sejumlah pria menembaki sekelompok orang. Beberapa korban tergeletak tak bergerak di genangan darah.
"Tiba-tiba ada ledakan di belakang kami, tembakan. Ada ledakan, saya tidak tahu apa," kata seorang saksi mata pada 23 Maret 2024, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Setelah terdengar ledakan dan tembakan, para pengunjung mulai panik dan ada yang terinjak-injak.
"Kejadian terinjak-injak dimulai. Semua orang berlari ke eskalator," kata saksi mata.
"Semua orang berteriak, semua orang berlarian," lanjutnya.
Baca Juga: AS Klaim Marwan Issa, Orang Nomor Tiga Hamas Syahid di Gaza
Penyelidik Rusia mengatakan jumlah korban tewas lebih dari 60 orang.
Pejabat kesehatan mengatakan sekitar 145 orang terluka, 60 di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Artikel Terkait
Rusia Tanggapi Hasil KTT NATO di Lituania, Sebut Barat Kembali ke 'Skema' Perang Dingin
Opini: Beda antara NASA dengan Badan Ruang Angkasa Rusia
AS 'Siap-siap' Perang Hadapi Rusia dan China, Presiden Vladimir Putin Justru Bilang Begini
Resolusi Konflik Israel dan Palestina Usulan Rusia Gagal Disetujui PBB, Enam Negara Putuskan Abstain
Presiden Rusia Vladimir Putin Kirim Ucapan Selamat ke Prabowo Subianto Usai Pemilu 2024