117 Hari Perang di Gaza, AS Pertimbangkan Pengakuan Negara Palestina

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 1 Februari 2024 | 16:33 WIB
AS sedang mempertimbangkan kemungkinan pengakuan negara Palestina di tengah berkecamuk perang Hamas dan Israel. (Twitter.com/@SecBlinken)
AS sedang mempertimbangkan kemungkinan pengakuan negara Palestina di tengah berkecamuk perang Hamas dan Israel. (Twitter.com/@SecBlinken)

SENAYANPOST - Amerika Serikat (AS) belum lama ini akan mempertimbangkan pengakuan negara Palestina setelah 117 hari perang di Gaza.

Rencana pengakuan negara Palestina ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken.

Blinken diketahui telah meminta Departemen Luar Negeri untuk melakukan peninjauan dan mengusulkan opsi kebijakan mengenai kemungkinan pengakuan AS dan internasional atas negara Palestina.

Selama ini diketahui bahwa para pejabat AS tidak mempertahankan perubahan dalam kebijakan menentang negara Palestina yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Namun menurut laporan terbaru tercatat pertimbangan terhadap alternatif semacam itu menunjukkan adanya perubahan dalam pemikiran pemerintahan Biden mengenai pengakuan kenegaraan Palestina, yang sangat sensitif baik secara global maupun domestik.

Baca Juga: Hamas dan Jihad Islam Palestina soal Gencatan Senjata: Kami Ingin Jaminan Arab dan Dunia Internasional

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English, seorang pejabat senior AS menggambarkan bahwa beberapa orang di pemerintahan saat ini mungkin bersedia menerima bahwa negara Palestina adalah batu loncatan untuk mengakhiri perang selamanya.

Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti mengizinkan Dewan Keamanan PBB untuk mengakui Palestina sebagai anggota PBB, mengakui negara tersebut secara bilateral, atau mendorong negara lain untuk mengakui negara Palestina.

Para pejabat AS mengatakan penilaian terhadap alternatif pengakuan negara Palestina adalah salah satu dari beberapa kekhawatiran yang diminta Blinken untuk dipertimbangkan oleh Departemen Luar Negeri.

Blinken juga meminta kajian mengenai seperti apa negara Palestina yang telah didemiliterisasi jika menggunakan model lain dari seluruh dunia.

Menurut seorang pejabat AS, demiliterisasi negara Palestina sangat penting bagi keamanan pendudukan.

Baca Juga: Tentara Zionis Israel Terus Bombardir Palestina di Gaza, Hamas Kirim Rentetan Roket ke Tel Aviv

Sementara itu, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengatakan bahwa pengakuan negara Palestina hanya boleh dilakukan melalui negosiasi langsung antar pihak dan bukan melalui pengakuan sepihak di PBB. Kebijakan tersebut tidak berubah.

Biden Menaruh Harapan pada Netanyahu

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X