SENAYANPOST - Hamas baru-baru ini merilis pernyataan terkait tawanan Israel yang ditahan oleh mereka sejak 7 Oktober 2023.
Dalam pernyataan itu, Hamas terus memberikan ultimatum Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lewat keluarga tawanan Zionis untuk segera membebaskan mereka.
Sebagaimana diketahui, warga Israel yang anggota keluarganya ditawan Hamas terus menekan Netanyahu untuk membawa pulang kerabatnya.
Sayangnya, Netanyahu belum terlihat serius untuk menangani masalah ini hingga kemarahan publik Israel terus meningkat.
Dalam rilis itu, Hamas juga mengultimatum akan segera mengumumkan tawanan yang terbunuh akibat serangan yang dilakukan Israel di Gaza.
Baca Juga: 112 Hari Perang, Hamas Kuasai Tiap Wilayah, Rencana Israel Kuasai Jalur Gaza Makin Sulit
"Jika pemerintahan Netanyahu melanjutkan perang di Gaza, mereka akan menerima berita tentang terbunuhnya semua tahanan akibat serangan yang dilakukan oleh tentara musuh di Jalur Gaza," bunyi pernyataan dari Hamas pada 27 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari situs Al Qassam
Sebelumnya, Brigade Al Qassam menyiarkan klip video tiga tahanan perempuan Zionis yang ditangkap, menyerukan pemerintah pendudukan untuk menghentikan perang di Jalur Gaza dan mengembalikan mereka ke rumah mereka pada Jumat, 26 Januari 2024.
Para tahanan itu mendesak pemerintah Israel untuk menyelamatkan mereka.
"Lakukan apa saja agar bisa kembali hidup-hidup," desak salah satu tawanan Hamas.
Di saat yang bersamaan, masih berlangsung negosiasi pertukaran tawanan antara Israel dan Hamas.
Hamas bersikukuh akan mengembalikan semua tawanan jika melakukan gencatan senjata total dan Israel menarik seluruh pasukannya dari Gaza.
Baca Juga: Hamas Sebut Kemenangan Semakin Dekat, Sebut AS Terlibat dalam Kejahatan Genosida Israel di Palestina
Tidak hanya itu, Hamas juga meminta Israel untuk membebaskan tahanan warga Palestina di Tepi Barat yang jumlahnya mencapai ribuan.
Artikel Terkait
111 Hari Agresi Israel ke Gaza, Hamas Sebut Tak Akan Ada yang Berakhir Bahagia
Sayap Militer Hamas Rilis Detail Operasi Kamp Maghazi yang Tewaskan 21 Tentara IDF
Hamas Desak ICC Minta Tanggung Jawab Israel atas Kejahatan Perang di Palestina
Hamas Sebut Kemenangan Semakin Dekat, Sebut AS Terlibat dalam Kejahatan Genosida Israel di Palestina
112 Hari Perang, Hamas Kuasai Tiap Wilayah, Rencana Israel Kuasai Jalur Gaza Makin Sulit