Benjamin Netanyahu Keukeuh Lanjutkan Perang hingga Warga Gaza 'Deportasi', Hamas: Ini Rencana Konyol

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 26 Desember 2023 | 19:36 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bersikeras untuk lanjutkan perang di Gaza, begini respon dari Hamas. (Twitter.com/@IsraeliPM)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bersikeras untuk lanjutkan perang di Gaza, begini respon dari Hamas. (Twitter.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bersikeras untuk lanjutkan perang Israel di Gaza melawan para pejuang Palestina.

Benjamin Netanyahu dalam pernyataan terbarunya mengatakan bahwa Hamas harus dihancurkan dan Gaza harus didemiliterisasi.

Tidak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa rakyat Palestina harus dideradikalisasi.

Ketiga prasyarat tersebut dirinci dalam sebuah opini di Wall Street Journal, di mana perdana menteri menegaskan kembali pendiriannya bahwa Otoritas Palestina tidak layak untuk memerintah Jalur Gaza setelah Hamas ditaklukkan, sebuah posisi yang membuatnya berselisih dengan Presiden AS Joe Biden.

Baca Juga: Prediksi Spoiler One Piece 1103: Percakapan Emosional Vegapunk dan Bonney, Luffy vs Kizaru Berlanjut!

Laporan tersebut tidak memasukkan pembebasan 129 sandera yang diculik oleh Hamas pada 7 Oktober dan masih ditahan oleh teroris di Jalur Gaza sebagai prasyarat.

Israel menuding Hamas menyerang dan menculik sekitar 240 sandera pada hari itu, dan membunuh sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil.

Namun, kabar terkini menyebutkan bahwa militer Israel atau IDF lah yang menyerang pada 7 Oktober tersebut.

Kolom tersebut juga menghindari menyebutkan negara Palestina atau solusi dua negara, yang sering kali ditentang Netanyahu.

Baca Juga: Mesir Ungkap Rencana Gencatan Senjata antara Israel dan Kelompok Pejuang Palestina

Mengenai syarat pertama perdamaian, Netanyahu menulis bahwa AS, Inggris, Perancis, Jerman, dan banyak negara lain mendukung niat Israel untuk menghancurkan kelompok teror.

Untuk mencapai tujuan tersebut, kemampuan militernya harus dilucuti dan kekuasaan politiknya atas Gaza harus diakhiri.

Para pemimpin Hamas telah berjanji untuk mengulangi pembantaian 7 Oktober 'berkali-kali'.

Itulah sebabnya penghancuran mereka adalah satu-satunya respons yang proporsional untuk mencegah terulangnya kekejaman yang mengerikan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Times of Israel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X