SENAYANPOST - Kelompok Hizbullah dari Lebanon kembali kirim roket salvo ke daerah pemukiman Israel.
Hal ini dilakukan Hizbullah usai Israel menyerang sebuah bangunan dekat prosesi pemakaman di selatan Lebanon dari Aita Al Shaab.
Kemungkinan besar Israel berusaha meneror masyarakat Lebanon selatan dengan mengebom sebuah bangunan yang berjarak beberapa meter dari pemakaman para syuhada Hizbullah.
Kelompok militan Lebanon itu menyampaikan bahwa pelanggaran terhadap warga sipil akan menemui konsekuensinya.
Baca Juga: Link Live Streaming Putusan Praperadilan Kasus Firli Bahuri di PN Jakarta Selatan
"Setiap pelanggaran terhadap warga sipil akan ditanggapi dengan cara yang sama," kata Hizbullah dalam pernyataan resminya pada 18 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Media Israel melaporkan empat roket ditembakkan dari Lebanon dan mendarat di Kiryat Shmona bahkan ada yang mendarat di halaman depan sebuah rumah.
Sementara itu Hizbullah menyerang di pemukiman Israel utara di Kabri dekat wilayah perbatasan Palestina-Lebanon yang diduduki.
Kabarnya, dua iron dome Israel lumpuh akibat serangan Hizbullah.
Baca Juga: Warga Israel Putus Asa Usai 2 Bulan Lebih Jadi Sandera Hamas: Kami Tidak Ingin Menua di Sini
Iron Dome adalah sistem rudal pertahanan udara bergerak yang dirancang untuk mencegat rudal jarak pendek dan peluru artileri oleh Rafael, sebuah perusahaan sistem pertahanan canggih.
Perlunya sistem pertahanan udara untuk melindungi Israel perlawanan terhadap rudal jarak pendek muncul setelah invasi Israel ke Lebanon pada bulan Juli 2006, ketika Hizbullah meluncurkan lebih dari 4.000 roket jarak pendek 122 MLM Grad, yang sebagian besar mendarat di wilayah utara Palestina yang diduduki.
Menariknya, operasi Hizbullah dilakukan dengan menggunakan peluru artileri yang mengguncang baterai Iron Dome dan menghancurkannya habis-habisan.
Seorang di Lebanon selatan melaporkan melihat proyektil diluncurkan dari Lebanon menuju hulu al-Jalil di seberang sektor tengah di wilayah utara yang diduduki Palestina.Koresponden Al Mayadeen
Artikel Terkait
Pemimpin Hezbollah Hassan Nasrallah Akhirnya Buka Suara, Terlibat Langsung Konflik Israel dan Palestina?
5 Poin Penting Pidato Pimpinan Hezbollah Hassan Nasrallah, Salah Satunya Singgung Kemunafikan Barat
72 Hari Perang di Gaza, Hamas Sebut Penjajah Israel Hanya Miliki Tiga Pilihan
Israel Bakal Negosiasi dengan Hamas soal Sandera Usai Demonstrasi Besar-besaran di Tel Aviv
Warga Israel Putus Asa Usai 2 Bulan Lebih Jadi Sandera Hamas: Kami Tidak Ingin Menua di Sini