SENAYANPOST – Halloween adalah sebuah tradisi yang kini dikenal dirayakan setiap tanggal 31 Oktober.
Ketika Halloween, mereka yang merayakan akan berdandan dengan berbagai kostum dan berburu permen.
Sebenarnya seperti apa sejarah dari Halloween?
Baca Juga: Mahfud MD Ingatkan KPK, Ada Pihak Lain yang Seharusnya Dipanggil Terkait Dugaan Mark Up Whoosh
Halloween berakar dari festival Samhain (dibaca “sow-in”), dirayakan oleh bangsa Keltik di Irlandia, Skotlandia, dan Inggris sekitar 2.000 tahun lalu.
Samhain menandai akhir musim panen dan awal musim dingin, yang dianggap sebagai masa ketika batas antara dunia orang hidup dan roh menjadi tipis.
Orang Keltik menyalakan api unggun besar, memakai topeng dan kostum menyeramkan untuk menakuti roh jahat, serta menyiapkan persembahan makanan bagi arwah yang “menyebrang” ke dunia manusia.
Ada pula pengaruh dari gereja katolik dalam pelaksanaan Halloween.
Ketika kekristenan menyebar di Eropa, Gereja mencoba menggantikan festival pagan ini dengan perayaan keagamaan.
Tahun 835 M, Paus Gregorius IV menetapkan 1 November sebagai Hari Semua Orang Kudus (All Saints’ Day / All Hallows’ Day).
Malam sebelumnya, 31 Oktober, dikenal sebagai All Hallows’ Eve, yang lama-lama berubah penyebutannya menjadi Halloween.
Halloween kemudian makin berkembang di Eropa dengan tradisi menyalakan lilin untuk arwah, berdoa bagi orang mati, dan memakai kostum tetap bertahan.
Artikel Terkait
Lirik Lagu SPAGHETTI, LE SSERAFIM feat J-Hope BTS
Dita Karang ex SECRET NUMBER Resmi Debut Solo, Inilah Lirik Lagu Love So Sweet
Lirik Lagu House Party, VVUP, Ada Member dari Indonesia, Kim!
Lirik Lagu Like A Flame, NWH:I, Single Debut 2 Member Indonesia di KPop
16 Ucapan Hari Sumpah Pemuda yang Inspiratif dan Cocok Diposting di Media Sosial