Sejarah Tradisi Halloween, Dimulai di Eropa dan Pengaruh Gereja, Dirayakan Setiap 31 Oktober

photo author
Risma P., Senayan Post
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 10:20 WIB
 Halloween (Freepik)
Halloween (Freepik)

Anak-anak dan orang miskin sering melakukan tradisi “souling” — berkeliling dari rumah ke rumah untuk meminta “soul cakes” (kue arwah) sambil mendoakan keluarga yang telah meninggal.

Baca Juga: Babak Baru Kasus Korupsi Harvey Moeis: Sandra Dewi Relakan Aset Mewah yang Kini Disita Kejagung

Inilah cikal bakal tradisi trick-or-treat modern.

Halloween kemudian meluas ke benua Amerika.

Halloween dibawa ke Amerika Utara oleh imigran Irlandia dan Skotlandia pada abad ke-19.

Baca Juga: Raisa Bongkar Alasan Gugat Cerai Hamish Daud, Saya Bukan Menyerah

Di sana, perayaan berkembang menjadi acara sosial dan komunitas: pesta kostum, dekorasi labu (jack-o’-lantern), permainan ramalan cinta, hingga kegiatan anak-anak seperti trick-or-treating.

Tradisi jack-o’-lantern sendiri berasal dari legenda Irlandia tentang Stingy Jack, pria yang menipu iblis dan dihukum mengembara membawa lentera dari lobak — yang kemudian diganti dengan labu di Amerika.

Pada era modern masa kini, Halloween dirayakan dengan suka cita dan kerap menampilkan kesan seram.

Baca Juga: Raisa dan Hamish Daud Sepakat Asuh Anak Bersama, Kami Saling Menjaga

Kini Halloween dirayakan setiap 31 Oktober di banyak negara, terutama di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Irlandia.

Tradisinya meliputi:

1. Anak-anak berpakaian seram dan trick-or-treat

Baca Juga: Jule Akui Selingkuhi Na Daehoon, Permintaan Maafnya Dikritik, Terlalu Fokus ke Brand

2. Dekorasi bertema hantu dan film horor

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Risma P.

Sumber: Kilat.com, senayanpost.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Resep Asem-asem Balungan, Segar Kaya Protein

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:10 WIB
X