Di samping itu, diterapkan juga asas kepatutan dan kepantasan.
Baca Juga: Film One Piece Red Sabet Tiga Penghargaan Bergengsi dari Japan Anime Awards ke-46
"Saya sampaikan walaupun uang itu halal, kalau dianggap tidak patut oleh masyarakat bertindak seperti itu, kami dari Kemenkeu meminta seluruh jajaran untuk memperhatikan asas kepatutan dan kepantasan," lanjutnya.
Sri Mulyani juga berterima kasih kepada PPATK, aparat penegak hukum hingga media sampai netizen yang turut mengawal kasus ini.
Sebagai bentuk transparansi, Sri Mulyani berjanji akan terus menyampaikan kabar terkini terhadap hasil investigasi atas kejanggalan harta di kementeriannya.
Baca Juga: Gunung Merapi Erupsi, Dua Desa Terdampak
"Sebagai transparansi dan akuntabilitas, saya akan sampaikan keterangan kepada media setiap kali ada perkembangan," ujarnya.
Pihaknya juga mendukung penuh aparat penegak hukum dalam rangka bersih-bersih di Kemenkeu ini.
"Untuk langkah-langkah hukum yang dilakukan aparat penegak hukum, kami dukung 100 persen," jelasnya.
Baca Juga: Begini Cara Merawat Dek Motor Matik
Kemenkeu akan terus mendukung upaya penegakan hukum terkait transaksi mencurigakan yang kabarnya mencapai Rp300 triliun itu.
"Kami akan mendukung dan mensinronkan dengan apa yang dilakukan dalam langkah penegakan hukum," tandas Sri Mulyani.***