ekonomi

Wadirut MIND ID Pastikan Sudah Saatnya Indonesia Kejar Pertumbuhan Ekonomi hingga 8 Persen

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:04 WIB
Wadirut MIND ID Dany Amrul Ichdan berpandangan Indonesia sudah saatnya kejar pertumbuhan ekonomi 8 persen. (Dok. Promedia)

"Angka penerimaan negara yang rendah menunjukkan bahwa kita masih menjual bahan mentah. Nilai tambah terbesar justru dinikmati di luar negeri," ujar Dany.

Dany menjelaskan, selain cadangan mineral strategis, Indonesia juga memiliki peluang besar dari secondary resources dan limbah industri tambang.

"Bukan hanya tambang potensi juga ada di industri lain seperti perikanan dan lain-lain, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal," jelasnya.

Di sisi lain, monetisasi sumber daya sekunder ini dinilai dapat memperpanjang umur ekonomi sumber daya alam sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Baca Juga: Citrinowicz: Iran sedang 'Tes Ombak', Ruang Kompromi Ada di Isu Nuklir, Bukan Rudal atau Proksi

Penguatan Riset Jadi Kunci

Dany menambahkan, seluruh potensi tersebut harus diorkestrasi melalui kebijakan pemerintah yang berpihak pada peningkatan kapabilitas industri nasional.

Hal itu mencakup penguasaan teknologi, penguatan riset dan pengembangan (R&D), serta penciptaan iklim regulasi yang mendukung industri dalam negeri.

"Saat ini, anggaran riset Indonesia yang masih sekitar 0,3 persen dari PDB dinilai belum memadai untuk mendorong Indonesia bertransformasi dari sekadar pengadopsi teknologi menjadi pencipta inovasi," sebutnya.

Kerangka strategi dirangkum Dany dalam konsep DAI, yakni Distinctive, Adaptive, dan Inclusive.

Distinctive yaitu mendorong strategi industrialisasi berbasis keunggulan nasional, mulai dari bioenergi hingga ekonomi halal, serta mendorong diferensiasi pasar domestik.

Baca Juga: Mohan Hazian Minta Maaf usai Viral Dugaan Pelecehan terhadap Talent Photoshoot, Akui Khilaf dan Siap Berbenah Diri

Kemudian, Adaptive yaitu merespons dinamika global seperti CBAM, geopolitik multipolar, integrasi AI dalam industri, serta transisi energi hijau.

Adapun, Inclusive yaitu membangun ekosistem industri yang melibatkan UMKM, startup teknologi, BUMN, dan perguruan tinggi dalam satu rantai nilai yang koheren.***

Halaman:

Tags

Terkini