Jokowi Wanti-wanti Usai Sillicon Valley Bank Bangkrut di AS: Semua Ngeri Begitu

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Rabu, 15 Maret 2023 | 15:01 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan setelah Sillicon Valley Bank di Amerika Serikat (AS) Bangkrut belum lama ini. (Instagram.com/@jokowi)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan setelah Sillicon Valley Bank di Amerika Serikat (AS) Bangkrut belum lama ini. (Instagram.com/@jokowi)

Kemudian, Jokowi mengingatkan untuk membeli produk dalam negeri dibandingkan dengan membeli barang impor.

Baca Juga: Jangan Lewatkan Shopee Big Ramadan Sale 2023, Ada Flash Sale hingga Cashback Mudik Rp1 Juta!

Dengan adanya peristiwa tersebut, Jokowi mengingatkan agar Indonesia tetap berhati-hati untuk tidak bergantung pada produk dan pihak asing.

Jokowi kemudian membicarakan tentang penggunaan APBN yang seharusnya digunakan untuk belanja produk dalam negeri.

Menurutnya, APBN yang berasal dari pajak rakyat sudah selayaknya dibelanjakan produk dalam negeri, bukan impor.

Baca Juga: Fitur 'Space Zoom' Samsung Tuai Polemik Usai Kedapatan Palsukan Foto Bulan, Benarkah Sedetail Itu?

"Kemudian kita belikan produk impor. Kemudian kita belikan produk buatan luar negeri. Benar? Benar? Inilah yang selalu saya ingatkan," jelasnya mewanti-wanti.

Kebangkrutan Sillicon Valley Bank atau SVB merupakan kegagalan bank terbesar AS setelah krisis 2008.

Regulator perbankan AS di California telah menutup SVB untuk melindungi simpanan nasabah.

Baca Juga: Kunjungi Pindad, Langkah Nyata Iwan Bogananta Dubes RI untuk Bulgaria Demi Kemajuan Alutsista Indonesia

Krisis modal di SVB juga disebut-sebut telah menekan saham bank-bank secara global.

Selanjutnya, regulator perbankan di AS juga menutup Signature Bank karena ketakutan kegagalan sistemik yang serupa dengan SVB.

Signature Bank telah menjadi sumber pendanaan yang populer dengan perusahaan mata uang Crypto.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X