Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kenaikan harga Pertamax tidak akan memberikan dampak besar terhadap laju inflasi nasional.
Menurutnya, Pertamax bukan jenis BBM yang digunakan secara dominan untuk angkutan barang maupun transportasi umum yang berpengaruh langsung terhadap harga berbagai kebutuhan masyarakat.
"(Dampak ke inflasi) Harusnya relatif minim kan. Karena Pertamax nggak dipakai buat angkutan barang dan angkutan umum," kata Purbaya.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pemerintah melihat dampak kenaikan Pertamax lebih banyak dirasakan oleh pengguna kendaraan pribadi dibandingkan sektor logistik atau transportasi massal.
Soal Kuota BBM Subsidi, Menkeu Serahkan ke Kementerian ESDM
Ketika ditanya mengenai kemungkinan perubahan mekanisme kuota BBM bersubsidi, Purbaya memilih tidak memberikan komentar lebih jauh.
Ia menegaskan bahwa kebijakan terkait kuota maupun distribusi BBM subsidi berada dalam kewenangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Untuk itu silakan ke Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia)," ujar Purbaya.
Sebelumnya, Pertamina menaikkan harga Pertamax dengan alasan menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya biaya pengadaan BBM dan dinamika pasar global.***
Artikel Terkait
Penasaran Berapa Harga Pertamax Green 95, BBM Baru dari Pertamina?
Pertamina Tepis Isu Pertamax Oplosan, Begini Penjelasannya
Ingar Skandal Dugaan Pertamax Oplosan, Begini 3 Curhatan Guru Honorer di Karawang: Sudah Setia, Malah Bikin Kecewa
Telisik Penentuan Spek BBM Pertamina usai Ramai Dugaan Pertamax Oplos hingga Sorotan DPR Soal Kendaraan yang Bermasalah
Pertamax dan Pertamax Green 95 Stabil, 3 BBM Nonsubsidi Alami Kenaikan Harga hingga Rp9.400 per Liter