Sebut Subsidi Gas Melon Capai Rp87 T, Menteri ESDM Soroti Ada Mafia Nakal yang Tak Mau Jual Murah

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Senin, 10 Maret 2025 | 20:12 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia minta maaf akibat kebijakan barunya terkait gas LPG 3 kg telah menimbulkan keresahan masyarakat. (Instagram.com/@kesdm)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia minta maaf akibat kebijakan barunya terkait gas LPG 3 kg telah menimbulkan keresahan masyarakat. (Instagram.com/@kesdm)

SENAYANPOST - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan gas subsidi Elpiji 3 kilogram atau juga disebut Gas Melon harus tepat sasaran bagi warga RI.

Bahlil menyebut pihaknya hendak menata pendistribusian LPG 3 kilogram sampai ke tangan masyarakat dengan harga yang murah.

Di sisi lain, Menteri ESDM itu justru menyoroti adanya mafia yang tidak ingin rakyat dapat harga Gas Melon secara murah.

"Sekarang saya lagi mau tata agar yang nakal-nakal ini tidak boleh lagi terjadi," sebut Bahlil di Pondok Pesantren Darut Tauhid, Purworejo, Jawa Tengah, pada Senin, 10 Maret 2025.

"Cuma kalau kita mau tata ada oknum-oknum mafia yang tidak ingin untuk rakyat dikasih harga murah. Maunya mahal-mahal saja," lanjutnya.

Terkait hal itu, Ketua Umum Partai Golongan Karya ini menuturkan negara sudah begitu besar memberikan subsidi untuk LPG yang nilainya mencapai Rp87 triliun.

Ketum Partai Golkar itu juga menyebut Presiden Prabowo Subianto sudah tegas meminta agar seluruh subsidi tepat sasaran.

"Kami menteri-menteri ini ditugaskan oleh Presiden Prabowo untuk meluruskan, agar semua subsidi itu sampai ke rakyat," terang Bahlil.

Selain itu, Bahlil menerangkan ketidaksesuaian harga penjualan Gas Melon dan kasus korupsi tata kelola minyak di Pertamina merupakan wujud nyata pemerintah memperbaiki distribusi subsidi agar tepat sasaran.

"Pernah dengar kasus LPG? Pernah dengar siapa itu menterinya? Pernah dengar kasus Pertamax minyak siapa menterinya?" tanya Bahlil.

"Ini semua dalam rangka kita menjalankan ikhtiar agar seluruh subsidi yang punya rakyat itu harus sampai ke tangan rakyat. Tidak boleh dikorupsi oleh siapa-siapa, itu tujuannya, itu tujuannya," tandasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X