SENAYANPOST - Kasus penipuan uang jemaah umrah Hanania Travel saat ini tengah jadi sorotan publik.
Dirut PT Khazanah Tamma International, Ahmad Syah Farhan, ditetapkan sebagai tersangka setelah 2 laporan kolektif korban masuk secara resmi ke kepolisian.
Laporan pertama dari pelapor berinisial JSP dengan rincian korban 128 orang dan kerugian Rp12,14 miliar serta laporan kedua dari NN dengan korban 2 orang, kerugian Rp78,8 juta.
Usai kasus ini viral, salah satu mantan partner bos Hanania, Alfachmi Sentosa buka suara, mengungkapkan perilaku Farhan yang ‘mencuri’ idenya untuk membesarkan bisnis travel umrah tersebut.
Rencana Bangun Bisnis Konsep ‘Travel Milenial’
Alfachmi, melalui utas di Threads dengan akun @alfachmi mengungkapkan dirinya dan Farhan membangun bisnis bersama pada tahun 2020.
Ia menyebut bahwa Farhan mengajaknya untuk membuat travel umrah konsep ‘travel milenial’ dengan brand bernama RAWAHEL.
“Karena saya percaya dengan visi dan agamanya, saya nekat ambil keputusan besar: Saya menjual mobil BMW yang baru 1 bulan saya beli,” tulis Alfachmi dalam utasnya, dikutip pada Senin, 1 Juni 2026.
“Semua uangnya saya serahkan ke Farhan untuk modal awal. Kami mendirikan PT Khazanah Tamma International sebagai payung hukumnya,” lanjutnya.
Dana sebesar Rp300 juta dikucurkan untuk menyewa ruko 3 lantai di Depok yang akan digunakan sebagai head office.
Namun, rencana bisnis tersebut harus tersendat karena muncul pandemi COVID-19 dan akses umroh yang ditutup.
Kantor Travel jadi Kafe
Saat menunggu kondisi pandemi membaik, Alfachmi menyebut bahwa Farhan meminta izin untuk menggunakan ruko sebagai kafe dan akan kembali menjadi kantor travel umrah setelah akses dibuka.
Usaha kafe juga tidak berjalan dengan lancar karena Farhan mengaku pada Alfachmi bahwa dirinya menjadi korban penipuan.