polhukam

Survei PEDAS: Anies Baswedan, Kaesang Pangarep, dan Ridwan Kamil Dominasi Eksposur di Pilkada Jakarta 2024

Senin, 5 Agustus 2024 | 15:57 WIB
Anies Baswedan, Kaesang Pangarep dan Ridwan Kamil dominasi nama calon gubernur dalam Pilkada Jakarta 2024. (Kolase foto X.com/@ridwankamil/@aniesbaswedan/@psi_id)
 

SENAYANPOST - Hasil survei menunjukkan Anies Baswedan, Kaesang Pangarep, dan Ridwan Kamil mendominasi bursa pemilihan gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada Jakarta 2024.

Menurut survei yang dilakukan oleh PoliEco Digital Insights Institute (PEDAS), nama Anies masih mengungguli Kaesang, dan Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil.

Survei terkait tiga nama ini disampaikan langsung oleh Anthony Leong yang merupakan Direktur Survei PEDAS.

Sebagai tambahan informasi, survei ini dilakukan dari 1 April hingga 15 Juli 2024.

Baca Juga: Projo Sebut Ridwan Kamil Lawan Sepadan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024: Pengalaman Bukti Kerja Cukup Bagus

"Dari hasil survei digital media monitoring kami, terlihat ada tiga nama yang memperoleh ekspos dominan, yakni Anies Baswedan, Kaesang Pangarep, dan Ridwan Kamil," kata Anthony Leong pada 4 Agustus 2024, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Anthony menjelaskan bahwa Anies memiliki eksposur paling dominan di antara dua nama lainnya dengan jumlah 74.186 suara.

Sebelumnya, Anies dan Sohibul Iman sudah mendeklarasikan diri akan maju di Pilkada Jakarta 2024 sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI periode selanjutnya.

Menyusul Anies, Kaesang berada di posisi kedua dengan jumlah eksposur sebesar 33.584.

Baca Juga: Partai Perindo Undang Anies Baswedan di Mukernas, Sinyal Dukungan Pilkada Jakarta 2024?

Menurut PEDAS, suara ini kemungkinan besar didorong oleh aktivitas blusukan yang dilakukan oleh Kaesang di berbagai wilayah di Jakarta.

Terakhir, Kang Emil yang merupakan mantan Gubernur Jawa Barat mendapatkan eksposur sebesar 19.636.

Sebelumnya, Kang Emil digadang-gadang akan maju di Pilkada Jabar, namun akhirnya Partai Golkar merestuinya untuk maju di Jakarta.

Golkar sendiri sempat ragu mencalonkan Kang Emil karena elektabilitasnya yang rendah di Jakarta.

Halaman:

Tags

Terkini