polhukam

Pesan Geopolitik Joe Biden kepada Prabowo Subianto

Sabtu, 16 Maret 2024 | 18:30 WIB

Belakangan ini, ketegangan di kawasan Indo-Pasifik semakin memanas, tidak hanya seteru perebutan Taiwan antara China dengan Amerika Serikat dan konflik di Semenanjung Korea, akan tetapi terjadinya gesekan fisik antara kapal-kapal China dengan kapal-kapal Filipina pada Selasa 5 Maret 2024 lalu di perairan Laut China Selatan atau Laut Filipina Barat, sebutan lain versi Filipina.

 

Filipina merupakan sekutu kuat Amerika Serikat di Asia Tenggara yang belakangan ini memberikan wilayahnya untuk dijadikan pangkalan militer di Filipina Utara yaitu kamp militer di provinsi Isabela serta pangkalan angkatan laut dan bandara militer di provinsi Cagayan, yang dekat dengan Taiwan, wilayang sengketa pengaruh antara Amerika Serikat dengan China.

 

Bagaimana dengan Indonesia ? Disebutnya Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan dalam surat tersebut adalah jawabannya. Prabowo Subianto memerlukan waktu untuk menata langkah-langkah taktis-strategis dalam menjalankan misinya menuju visinya Indonesia Emas yang ditulis sebagai Asta Cita Kedua yaitu :

 

Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

 

Pada Asta Cita Kedua tersebut, beberapa program dan langkah yang akan dijalankan oleh Prabowo Subianto bersama Gibran Rakabuming Raka antara lain :

 

Pertama, memperkuat konsep dan praktik Wawasan Nusantara bagi seluruh rakyat Indonesia dan memperkuat Komponen Cadangan.

Kedua, meningkatkan wibawa politik luar negeri Indonesia sebagai negara yang besar dan berdaulat di mata masyarakat internasional dengan menjalankan smart diplomacy.

Ketiga, memperkuat strategi diplomasi maritim untuk meneguhkan kedaulatan dan meningkatkan keamanan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Keempat, meningkatkan peran aktif untuk memperkuat supremasi dan kepemimpinan Indonesia di tingkat global di tengah dinamika geopolitik internasional melalui diplomasi yang berdasarkan atas asas bebas-aktif.

 

Halaman:

Tags

Terkini