SENAYANPOST - Mahfud MD dalam cuitannya baru-baru ini mengaku lega setelah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI.
Diketahui, Mahfud MD per 1 Februari 2024 telah menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pengunduran dirinya setelah 3,5 bulan menjadi calon wakil presiden (cawapres) di Pemilu 2024.
Menurutnya, ini adalah keputusan yang tepat di mana tidak ada konflik kepentingan saat dirinya berkampanye dan menjabat sebagai menteri.
Lebih lanjut, jabatannya memegang peranan penting dalam pesta demokrasi yang akan berlangsung pada 14 Februari mendatang.
"Hari ini saya merasa plong, datang ke kantor Polhukam untuk pamitan," cuit Mahfud MD pada 2 Februari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Twitter @mahfudMD.
Baca Juga: KPU Ungkap Usulan untuk Debat Capres Kelima di JCC Senayan: Bagaimana Kalau...
Ternyata selama hampir empat bulan Mahfud MD merasa gamang.
"3,5 bulan terakhir ini, sejak resmi jadi cawapres saya gamang jika ke kantor Kemenko Polhukam. Saya khawatir tanpa sengaja menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan kampanye saya," ungkapnya.
Menjadi salah satu paslon di ajang Pilpres 2024, Mahfud khawatir tidak netral dalam menjalankan tugasnya.
"Saya khawatir pejabat dan pegawai Polhukam tidak netral dan melayani kepentingan politik saya karena saya jadi paslon," lanjutnya.
Sebelumnya, Mahfud sudah mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya selama 3,5 bulan terakhir ini.
Pada akhirnya, ia memutuskan untuk mundur dari kabinet Indonesia Maju.
"Tolak tarik agar saya mundur atau bertahan sebagai Menko Polhukam berlangsung 3,5 bulan," lanjutnya.
Baca Juga: Strategi Dibalik Mundurnya Mahfud MD Sebagai Menko Polhukam dari Kabinet Jokowi