SENAYANPOST - Anies Baswedan yang merupakan calon presiden nomor urut 1 memberikan gagasannya seputar ketergantungan impor yang selama ini terjadi di Indonesia.
Dalam dialognya bersama Kamar Dagang Indonesia atau Kadin, Anies mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar, tidak harus melulu mengandalkan barang impor.
Sebelumnya, Anies sempat menemui petani-petani lokal di daerah dan menyinggung soal ini terkait masalah ketergantungan impor.
"Dua tiga hari yang lalu saya ada di Gorontalo ketemu dengan petani-petani lokal di sana," kata Anies Baswedan pada 18 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari kanal Youtube pribadinya.
Menurut Anies, untuk mengurangi ketergantungan impor maka langkah pertama adalah menjaga terus keberlangsungan industri.
Baca Juga: Pengamat Tanggapi Debat Capres Ketiga, Sebut Ganjar dan Anies Lebih Mumpuni
"Prinsipnya adalah keberlangsungan industri harus tetap dijaga, jadi ketika kita berbicara tentang pergeseran subtitusi dan impor, memastikan industrinya tetap terjaga," lanjutnya.
Tidak hanya itu, industri juga harus menjadi sentra produksi global. Sementara itu selama ini Indonesia fokus kepada pasar konsumsi.
Nantinya akan berkaitan dengan kegiatan ekspor.
"Kemudian ekosistem industri disiapkan agar tidak hanya menjadi pasar konsumsi tapi juga menjadi sentra produksi global dan nantinya muncul dalam kegiatan ekspor kita," terangnya.
Kemudian Anies juga menyinggung soal Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN.
Menurutnya, hal ini harus terus ditingkatkan secara bertahap.
Baca Juga: Cek Fakta: Anies Baswedan Klaim Kemenhan Beli Alutsista Bekas Rp700 T, Benarkah?
"Lalu tentang Tingkat Komponen Dalam Negeri, ini perlu ditingkatkan secara bertahap tidak bisa dadakan," ujarnya.