Cadangan nikel yang bisa digunakan untuk industri EV tidak hanya berpotensi di hilir tetapi di hulu juga.
"Kami penambang yang ada di sektor hulu. Orang tahu bahwa nikel adalah material baterai mobil listrik," tambahnya.
Osco menyampaikan bahwa nikel tidak hanya dipakai dalam baterai saja tetapi komponen mobil lainnya.
"Padahal tidak cuma di baterai karena kandungan nikel juga ada di dalam stainless steel yang dipakai di beberapa komponen mobil listrik," ujarnya.
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Bicara Soal Bayaran Tarif Ceramah
Dalam kesempatan itu, Osco menilai bahwa sudah saatnya Indonesia mendukung kesuksesan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan.
Tidak dipungkiri pemerintah juga punya andil besar untuk memajukan energi yang disuplai ke baterai agar tetap ramah lingkungan.
"Energi yang sedang dikampanyekan adalah green karena sudah pasti clean," jelasnya.
Baca Juga: Ini Lima Ruas Jalan Tol yang Akan Segera Dioperasikan oleh Jasa Marga
Sementara itu, clean menurutnya, belum tentu green.
Osco optimis pengembangan industri EV yang ramah lingkungan bisa menjadi nilai tambah bagi dunia.
"Sedangkan clean belum tentu green. Ini harus dimengerti sehingga ekosistem EV benar-benar menjadi zero net emission dan hasil energi hijau menjadi nilai tambah untuk populasi dunia, bukan hanya secara bisnis," tandasnya.***