SENAYANPOST - Indonesia batal sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023 dengan alasan keadaan saat ini, seusai pertemuan di Doha antara Presiden FIFA dengan Ketua Umum PSSI Rabu tanggal 29 Maret yang lalu.
Keadaan saat ini merupakan fenomena kekuatan kompak, antara pengusung sikap Bung Karno yang pernah dilakukan pada masa lalu dan pengusung sikap ideolog agama yang baru dilakukan pada masa kini.
Demikianlah perkembangan keadaan lingkungan yang dinilai dalam masyarakat kita, sehingga FIFA memutuskan pembatalan rencananya.
Ada 4 (empat) hal yang seharusnya diperhatikan dalam pemikiran kita sebagai bangsa Indonesia, yaitu yang pertama adalah prinsip Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa, UUD 1945 dan kebijakan pemerintah RI.
Baca Juga: Indonesia Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U 20, Sebagai Orang Tua AM Hendropriyono Komentar Begini
Kedua, adalah tantangan yang kita hadapi yaitu perhelatan dunia yang digelar oleh FIFA dan ketiga, adalah hasil baik yang akan kita peroleh jika perhelatan tersebut dapat dilaksanakan di negara Indonesia pada saat ini.
Sekedar sebagai pengingat bahwa ada hal yang ke empat yang harus diperhatikan, yaitu kita hidup di era dunia yang serba internet dan berkecerdasan buatan yang masih didominasi oleh Barat.
Kita sendiri sampai sekarang masih terlibat di dalam sistem masyarakat industri dunia tersebut. Dengan 4 (empat) dasar pertimbangan dalam pemikiran kita, maka pemilihan terhadap cara bertindak yang terbaik akan tercapai.
Pemilihan cara bertindak sekarang yang menentang pelibatan Israel dalam olahraga dunia, merupakan sikap yang rasional tetapi tidak logis. Rasional karena politik olah raga sebagaimana politik sosial ekonomi dan pertahanan keamanan negara, harus tunduk pada politik negara RI.
Baca Juga: Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Komentar Pemain Timnas di IG Ganjar Pranowo Bikin Sedih
Namun politik negara dalam administrasi Presiden Jokowi yang menginginkan untuk tetap terselenggaranya perhelatan, terdominasi oleh aspirasi masyarakat Indonesia saat ini yang bersikap sebaliknya.
Akibatnya, FIFA menjadi ragu bahwa politik HANKAM dapat diterapkan tunduk kepada politik negara, sehingga menyatakan keadaan saat ini sebagai alasan dibatalkannya rencana perhelatan.
Sikap yang tidak logis karena kenyataan sekarang kita masih mengikuti sistem Barat, tentu saja akan menuai terdepaknya kita dari sistem tersebut.
Kita tidak siap dengan konsep kebangsaan, untuk menjawab tantangan tersebut. Di masa lalu ketika kita diskors oleh Komite Olimpiade Internasional, dengan serta merta kita menjawabnya dengan menyelenggarakan GANEFO (Games of the New Emerging Forces).
Baca Juga: Timnas Israel Ikut Piala Dunia U-20, Sikap Dewasa Palestina Bisa Bikin Orang Islam di Indonesia Adem
Artikel Terkait
Tolak Pemain Israel di Piala Dunia U-20, Indonesia Bisa Seperti Negara Ini
Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Komentar Pemain Timnas di IG Ganjar Pranowo Bikin Sedih
Dampak Buruk Ini yang Mungkin Akan Terjadi Ketika Indonesia Gagal jadi Tuan Rumah Piala Dunia U 20