Tolak Pemain Israel di Piala Dunia U-20, Indonesia Bisa Seperti Negara Ini

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Jumat, 24 Maret 2023 | 16:10 WIB
Logo Piala Dunia U-20 2023
Logo Piala Dunia U-20 2023

SENAYANPOST - Ramainya reaksi dari masyarakat Indonesia yang menanggapi ikut sertanya timnas Israel, dalam gelaran Piala Dunia U-20 yang akan diselenggarakan pada 20 Mei 2023 hingga 11 Juni 2023 di Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Bali, dan Palembang.

Sebagai tuan rumah Indonesia harus berlaku adil kepada setiap negara peserta, karena olahraga harus dipisahkan dari urusan politik dan menentang soal diskriminasi.

Selain itu, Indonesia bisa belajar dari pengalaman Malaysia saat gagal menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Para Renang 2019 usai tolak atlet Israel.

Menurut Akmal Marhali, Koordinator Save Our Soccer (SOS) menjelaskan, semua pihak harus bijaksana dalam menangvapi situasi ini.

Baca Juga: Timnas Israel Ikut Piala Dunia U-20, Sikap Dewasa Palestina Bisa Bikin Orang Islam di Indonesia Adem

"Karena, Indonesia bisa saja terancam mendapat sanksi yang sama dengan Malaysia," bjlang Akmal dikutip Senayan Post, Jumat 24 Maret 2023.

Hal itu tentu sangat disayangkan mengingat Piala Dunia U-20 2023 sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari. "Malaysia pernah dicoret sebagai tuan rumah kejuaraan Para Renang Dunia 2019 setelah menolak keikutsertaan atlet-atlet Israel," bilang Akmal.

"Silakan dipahami dalam-dalam agar kita bisa adil mulai dari pikiran untuk membedakan kepentingan politik dan keputusan olahraga," sambungnya.

Lebih lanjut, Akmal juga menyinggung konsekuensi Indonesia sejak mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Baca Juga: Keuntungan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 bagi Indonesia

Pasalnya, Israel telah lolos lewat kualifikasi yang disepakati dan digelar oleh anggota FIFA.

Artinya, Israel memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi di Piala Dunia U-20 2023 selayaknya peserta lainnya.

Akmal menjelaskan, perlu dipahami bersama bahwa keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20 berdasarkan kualifikasi yang digelar FIFA dan disetujui seluruh anggotanya tanpa kecuali. Bukan berdasarkan keputusan politik.

"Jadi kalau menolak Israel, berarti Indonesia otomatis tidak perlu jadi tuan rumah," pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X