"Kita negeri yang dituduh oleh negara adikuasa bahwa pro China, padahal musuh dia China. Sehingga jadi sasaran nggak kita? Itu aja, jadi sasaran juga," bilang AM Hendropriyono.
Lebih lanjut AM Hendropriyono mengatakan, perang menggunakan artificial intelligence ini akan membuat masyarakat sulit membedakan hoax.
"Tentara siber akan melepas melalui hoax simulatra yang dilepas oleh kecerdasan buatan, caranya lebih cerdas puluhan kali dari otak manusia. Dan kita akan kebingungan, sekarang aja kita udah bingung, ada hoax kita cek, ini hoax bukan, lama-lama nggak bisa cek lagi. Karena yang lain udah artificiali intelligence," ungkap AM Hendropriyono.
"Kita kalau sekarang bisa cek kan ya, eh ini hoax, kita cek ke sini, ini hoax. Nantinya AI ini, kamu cek di situ betul, berarti ini berita betul, padahal nggak betul. Ini kita mestinya kita harus siap-siap ke situ, bukan ribut soal beginian," kata AM Hendropriyono.
Baca Juga: Bareskrim Polri Usut Dugaan Ujaran Kebencian dan Penyebaran Berita Bohong oleh Panji Gumilang
AM Hendropriyono pun lantas mengajak masyarakat berhati-hati, dan menyiapkan diri untuk perang tersebut.***