"Ini kami bersama tim masih berkeliling, monitor, kami juga menunggu laporan dari tim yang lain," kata Heri sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari situs resmi Pemkab Lumajang.
Baca Juga: Pengacara Dewa Eka Prayoga Buat Laporan Polisi di Bareskrim Polri: Semoga Jadi Pelajaran
Heri menambahkan bahwa kerusakan belum teridentifikasi dengan detail, lantaran debit air juga masih relatif tinggi.
"Sementara ini kita pasang rambu peringatan, kita lakukan asesmen, kita pastikan dulu," ucapnya.
Dari hasil asesmen sementara, ada beberapa jembatan rusak akibat banjir bandang yang statusnya putus total.
Baca Juga: Supaya Polisi Enggak 'Main Mata' Sama Pemohon SIM, Anggota DPR RI Usul Begini
Beberapa jembatan itu di antaranya adalah jembatan penghubung Desa Tumpeng dan Desa Kloposawit terputus total, Jembatan Gantung Kali Regoyo mengalami kerusakan parah, Jembatan Limpas Kaliputih dan jembatan di perbatasan Lumajang - Malang.
Selain itu, dilaporkan juga beberapa sudah mengalami penurunan debit air.
Masyarakat bersama jajaran pemerintah setempat, TNI dan Polri melakukan upaya penanganan dan pembersihan sisa lumpur baik di jembatan maupun di jalan utama yang menjadi akses mobilitas warga akibat cuaca ekstrim yang menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di beberapa tempat di Kabupaten Lumajang.***