Sebagai bagian utama dari ‘the World Ocean Conveyor Belt’ (Aliran Arus Laut Dunia) dan terletak di Khatulistiwa, Indonesia secara klimatologis merupakan pusat pengatur iklim global, termasuk dinamika El-Nino dan La-Nina (NOAA, 1998).
Baca Juga: Gas Qatar Akan Sampai ke Eropa
Kondisi oseanografi, geomorfologi, dan klimatologi NKRI menjadikan Indonesia sebagai pusatnya energi kelautan dunia yang terbarukan (renewable), seperti arus laut, pasang surut, gelombang, dan OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion) yang potensinya mencapai 10.000 megawatts (baca:sampai sekarang baru dimanfaatkan kurang dari 5 persen).
Dari gambaran tersebut, betapa besarnya potensi ekonomi dari marine ecosystem di Indonesia.
ASEAN Blue Economy Forum 2023 di Belitung, kembali mengingatkan kita bangsa Indonesia, betapa kayanya ekonomi bahari yang ada di nusantara.
Dengan mengaktualkan potensi ekonomi bahari (marine ecosystem), visi Indonesia Emas 2045, niscaya akan mudah dicapai. Bravo!.***