Oleh: Dr. H.M. Amir Uskara
Ekonom/Ketua Fraksi PPP DPR RI
SENAYANPOST - Memilukan! Toko buku Gunung Agung (GA) segera tutup permanen di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2023, toko buku berumur 70 tahun ini akan ditutup semua, tak tersisa.
Padahal toko buku yang didirikan Haji Masagung (Tjio Wie Tay), tokoh muslim Tionghoa teman dekat Bung Karno ini, bertujuan untuk ikut mencerdaskan bangsa dengan memperluas program literasi dan pengenalan histori.
Toko buku fenomenal ini merupakan kesayangan Masagung dan Bung Karno, Gunung Agung kian fenomenal setelah menerbitkan otobiografi Sang Proklamator berjudul "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat" karya Cindy Adams (1965).
Banyak hal yang telah dilakukan Masagung untuk mengangkat derajat bangsa Indonesia melalui Gunung Agung, seperti merawat berbagai macam peninggalan sejarah kuno, menyelenggarakan berbagai pameran buku untuk merangsang minat baca bangsa Indonesia, dan menerbitkan kisah-kisah para pejuang bangsa untuk memupuk nasionalisme.
Baca Juga: Terjemahan Lirik Lagu Take Two BTS dalam Bahasa Inggris, Pahami Artinya yuk ARMY!
Tapi apa daya, zaman telah berubah. Toko buku model jadul mau tak mau akan tergusur perubahan zaman!.
Toko buku Gunung Agung bukan semata-mata entitas bisnis, tapi juga alat perjuangan untuk memajukan bangsa, toko buku Gunung Agung adalah "anak kesayangan" Mas Agung dan juga Bung Karno.
Tapi sayang dunia telah berubah, idealisme generasi pasca-Masagung dan Bung Bung Karno ternyata tak mampu menghadapi perubahan zaman yang demikian hebat sehingga toko buku perjuangan ini pun runtuh.
Sebelum Gunung Agung tutup, sejumlah toko buku fisik lainnya telah menutup gerai. Kinokuniya, jaringan toko buku asal Jepang, misalnya, tutup gerai di Plaza Senayan mulai 1 April 2021. Sebelumnya Kinokuniya di Pondok Indah Mall 2, tutup tahun 2018.
Baca Juga: Lirik Lagu Take Two BTS, Hadiah untuk ARMY di Hari Ulang Tahun ke-10 Bangtan
Toko buku Togamas juga mengalami nasib sama, menutup gerai di Solo per 26 Juni 2022. Penutupan ini berlaku baik toko fisik maupun daring. Sementara toko buku impor Book and Beyond mengumumkan menutup secara permanen gerainya sejak Mei 2023 lalu.
Memang menyedihkan nasib toko-toko buku di era digital ini, mereka kalah bersaing dengan toko-toko buku online dan e-book yang kian merebak di seluruh dunia.
Tampaknya "toko buku dan buku itu" sendiri, kini tengah bertransformasi secara radikal menuju "toko buku dan bentuk buku" yang kompatibel dengan kecenderungan hidup generasi milenial.