Di Akademi Militer diajarkan bahwa perang harus dilakukan dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Baca Juga: Sub Unit TREASURE, T5 Umumkan Member Pertama So Jung Hwan, Debut Juli 2023
"Di Akademi Militer itu diajarkan bahwa perang itu harus cepat karena kalau perang itu lama nggak ada pemenangnya, dua-duanya rugi," imbuhnya.
Kemudian berkaca pada rencana Rusia yang tadinya hanya enam bulan saja membereskan masalahnya dengan Ukraina dengan angkat senjata.
"Sewaktu Rusia mau nyerbu Ukraina itu tadinya tidak lebih dari enam bulan, kalau nggak dibantu," katanya.
Tidak sedikit yang mengkritik pernyataan Prabowo yang terkesan mendukung Rusia.
"Itu yang pak Menhan sampaikan, jangan lama-lama, hentikan walaupun posisinya sekarang kesannya dia kayak pro Rusia gitu kan ya," jelasnya.
Di lihat di sisi yang lain, Ukraina pun nampaknya tidak ingin perang ini segera 'berakhir'.
Baca Juga: 军士教授博士亨德罗·普里约诺 AM Hendropriyono 为印尼查亚大家庭KBWJI 授予 150 公顷土地
Menurut Bossman, Ukraina bahkan meningkatkan eskalasi perangnya dan diduga menggunakan 'depleted uranium'.
"Kita sepakat ya, yang nggak mau berhenti itu Ukraina, bahkan dia sekarang offensive lho," ujarnya.
Tidak hanya Ukraina, Rusia juga semakin agresif menahan serangan negara tetangganya itu.
Baca Juga: Sudirman Said: Harus Ada Pertemuan Terbuka Antara SBY-Megawati serta Jokowi-Anies
"Sangat agresif bahkan tank-tank-nya itu masuk semua dan itu pakai senjata depleted uranium. Kalau dihajar itu artinya Ukraina sudah mulai cawe-cawe masuk ke 'depleted uranium', dihajar lagi sama Rusia gitu. Kalau dipikir-pikir kok perangnya eskalasinya makin tinggi," tandas Mardigu Wowiek soal Perang Rusia Ukraina.***