SENAYAN POST - Mardigu Wowiek berkomentar soal pernyataan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di forum IISS Shangri La Singapura belum lama ini terkait Perang Rusia Ukraina.
Menurut Mardigu Wowiek, Menhan Prabowo Subianto baru menerima data mentah terkait Perang Rusia Ukraina yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini.
Meskipun begitu, Mardigu Wowiek tetap mengapresiasi upaya Menhan Prabowo Subianto untuk menyerukan agar Perang Rusia Ukraina ini segera dihentikan.
Baca Juga: Saga Terakhir One Piece: Mengenal 20 Kerajaan Pendiri Pemerintah Dunia, Gorosei Masuk Juga?
"Pertama dulu di Kementerian Pertahanan tidak ada Defence Intelligence Agency. Kita bisa bilang satu-satunya di negara modern ini, Indonesia tidak memiliki intelijen pertahanan, user-nya Bapak Menteri Pertahanan," kata Mardigu Wowiek pada 10 Juni 2023, dikutip SenayanPost.com dari YouTube R66 Newlitics.
Kemudian pengamat yang akrab disapa Bossman ini menyoroti pernyataan Menhan soal usulan perdamaian untuk dua negara yang sedang bertikai.
"Kalau intelijen artinya, data, informasi, kalau BIN untuk presiden user-nya. Berarti kan data yang dia dapat adalah data masih mentah. Ini saya mengkritik positif ya," lanjutnya.
Baca Juga: 7 Fakta Menarik Insiden God Valley, Salah Satunya Bikin Nakama One Piece Penasaran hingga Sekarang!
Nampaknya informasi yang didapat Prabowo tersebut masih belum 'matang'.
Dalam satu kesempatan, Jokowi juga menjelaskan bahwa usulan Menhan di forum tersebut merupakan usulan pribadi dan tidak mewakili Pemerintah Indonesia.
"Jadi kalau di dunia intelijen itu data diolah jadi informasi kemudian informasi distrategikan jadi knowledge. User itu memerlukan knowledge bukan data," ungkapnya.
Baca Juga: T5 Sub Unit TREASURE, Berisi 5 Member Paling Ganteng, Siapa Saja?
Di sisi lain, Prabowo juga sudah berpengalaman menghadapi operasi atau perang.
"Kita tahu pak Menhan ini kan cakupannya besar sekali dan kita tahu niat dia dalam membicarakan itu kita tahu bahwa perang itu menyakitkan," ujarnya.