Baca Juga: Survei SMRC: Elektabilitas Ganjar Pranowo Ungguli Dua Kandidat Capres di Pemilu 2024
Hastry menilai tugasnya sebagai forensik yang membantu mengungkap kasus tersebut sudah selesai.
"Kalau untuk menyajikan alat bukti, data, itu sudah selesai. Tapi saya gemas jadinya," ujarnya.
Ahli forensik itu menjelaskan bahwa kasus tersebut sebetulnya bisa diungkap lebih cepat.
"Padahal menurut saya bisa, kan nonton CSI. Kita main DNA," terangnya.
Akhirnya, Hastry membuka kartu untuk menjelaskan kepada masyarakat terkait petunjuk-petunjuk kasus tersebut.
"Saya ngomong di sini aja ya, biar didenger," katanya.
Hastry menjelaskan bahwa DNA terduga pelaku sudah dikantongi oleh polisi.
"DNA (pelaku) udah ada mas Deddy," ujarnya.
Sayangnya, DNA tersebut tidak ada yang cocok dengan para saksi.
"Tapi nggak ada yang cocok. Kalau nggak ada yang cocok, kita cari DNA dari saksi-saksi itu, ternyata dari saksi itu nggak ada," bebernya.
Kemudian Hastry memberikan saran untuk mengecek DNA dari garis keturunan ibu, dalam hal ini Tuti Suhartini.
"Kita tariklah garis keturunan ibu, itu siapa tahu, ada yang cocok nggak," jelasnya.