Menurutnya, akan lebih baik pejabat negara atau ASN membagikan takjil berbuka puasa pada masyarakat.
Baca Juga: Menteri dan Pejabat Pemerintah di Indonesia Tak Boleh Ikut Buka Puasa Bersama
"Bagi-bagi santapan buka untuk fakir miskin, yang terjebak macet, dan sebagainya," ungkapnya.
Tidak menampik buka puasa bersama bisa menjadi ajang pamer bagi para pejabat dan ASN.
"Nggak usah bikin seolah-olah kita jadi pesta besar makan-makan," jelasnya.
Baca Juga: Cocok untuk Hidangan Buka Puasa Ramadhan, Begini Resep Martabak Telur
Terkait kebiasaan buka puasa bersama, Yahya mengungkap kebiasaan warga NU ketika bulan Ramadhan.
"Kalau orang NU ini sebenarnya sumpek diajak buka bersama itu," ungkapnya.
Biasanya warga NU akan langsung bersiap untuk salat Tarawih ketika setelah menunaikan salat Magrib.
"Kalau di NU kegiatan habis salat Maghrib itu sudah siap-siap Tarawih. Setelahnya baru bisa kegiatan," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi telah memberikan arahan yang ditujukan kepada Menteri Kabinet Indonesia Maju, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala Badan atau Lembaga.
Setidaknya ada tiga arahan yang berisi penanganan Covid-19, kegiatan buka puasa bersama Ramadhan, dan tindak lanjut kepada Mendagri terkait hal tersebut.
Baca Juga: Undang-undang Cipta Kerja Sudah Disahkan, Begini Perhitungan Pesangon Karyawan PHK
Pada Kamis, 23 Maret 2023, Sekretariat Kabinet memberikan penjelasan bahwa larangan buka puasa bersama di bulan Ramadhan 1444 Hijriah itu ditujukan hanya kepada menteri atau pejabat pemerintahan dan tidak berlaku untuk masyarakat umum.***