Meski demikian, Hendropriyono oun sadar upaya mengenalkan aksara nasional ini tidak bisa instan. Tentu perlu proses pembelajaran bertahun-tahun melalui kurikulum di sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga universitas.
“Kita perlu satu aksara untuk satu Indonesia. Dalam hal ini, tentu Kemendikbud harus ambil peran. Prosesnya memang tidak bisa instan. Mungkin kita tidak bisa. Tapi dalam 20-30 tahun ke depan, saya yakin ini bisa diimplementasikan,” pungkas Hendropriyono.***