"Sehingga para pengungsi di sini tidak kekurangan air bersih serta pasokan makanan," lanjutnya.
Dapur umum juga telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga. Para pengungsi memperoleh makanan mulai dari sarapan hingga makan malam.
"Karena setelah kami sampai kurang lebih dua hari di sini, kami bisa melihat bahwa ada didirikannya dapur umum. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan makanan langsung untuk makan siang dan juga makan malam, serta sarapan juga disiapkan oleh TNI maupun Polri untuk masyarakat di sini," ujarnya.
Baca Juga: Wapres Gibran Tekankan Penanganan Gempa NTT Harus Cepat dan Menjangkau Seluruh Warga
Apresiasi Warga Terdampak Bencana
Apresiasi terhadap upaya pemerintah dalam menangani kondisi pascabencana NTT ini juga disampaikan oleh warga terdampak yang kini tinggal di tenda pengungsian. Dia adalah Arif, warga Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Arif kini tinggal di tenda pengungsian karena rumahnya sudah rata dengan tanah akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 kala itu.
"Kalau dari hari pertama, (sekarang) sudah dua minggu karena hari pertama mengungsi kita lari di atas gunung dulu, baru pindah ke sini. Setelah bangun posko ini, kita semua pindah ke sini," tuturnya.
Di tengah kehilangan tempat tinggal, Arif masih menyimpan rasa syukur. Seluruh anggota keluarganya selamat.
Tidak ada korban jiwa dari keluarganya, meski rumah mereka mengalami kerusakan parah.
Ia juga mengapresiasi bantuan pemerintah yang menurutnya cepat tiba setelah bencana.
"Cepat kalau bantuan pemerintah, Alhamdulillah cepat, kalau di keluarga tidak ada semua dibawa tidak ada korban, kalau rumah hancur semua," kata Arif.
Selama berada di pengungsian, kebutuhan pangan para pengungsi juga masih terpenuhi. Makanan tersedia tiga kali sehari sehingga Arif dan keluarganya dapat bertahan di tengah kondisi yang belum memungkinkan mereka kembali ke rumah.
"Biar tidak seperti ini. Biar bisa kami tinggal, terus sekarang ini rumah tidak bisa ditempati. Makanan Alhamdulillah masih bisa kami makan, bertahan sampai sekarang, Pak. Kalau makanannya baik. Kita makan tiga kali toh," timpal istri Arif yang ada di sebelahnya.***