"2 wilayah mencatat pembacaan API dalam kategori sangat tidak sehat, yaitu 212 di Tebedu dan 202 di Serian," ungkap JPBN Sarawak.
"Sementara 11 wilayah berada dalam kategori tidak sehat, yaitu Kuching, Samarahan, Sri Aman, Sarikei, Sibu, Bintulu, Samalaju, Miri, Lundu, Lubok Antu, dan Lawas," sebutnya.
Sebagai catatan, indeks API nol hingga 50 menunjukkan kualitas udara yang baik, 51 hingga 100 sedang, 101 hingga 200 tidak sehat.
Ada pun, nilai 201 hingga 300 termasuk kategori sangat tidak sehat, sedangkan pembacaan di atas 300, tergolong berbahaya.
Atas hal itu, JPBN Sarawak juga menyarankan anak-anak sekolah terlebih bagi seluruh kalangan masyarakat, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Hal tersebut, terutama ketika indeks kualitas udara berada pada tingkat tidak sehat atau lebih tinggi.
"Kelompok berisiko tinggi, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan masalah pernapasan atau jantung, harus membatasi paparan mereka terhadap udara yang tercemar," tandasnya.***