Nestapa Siswa Malaysia Imbas Karhutla di Kalimantan: Terdampak Kabut Asap, Ratusan Sekolah Ditutup

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:59 WIB
Maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan hingga berdampak buruk bagi kalangan warga di Malaysia (Instagram.com/@undercover.id)
Maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan hingga berdampak buruk bagi kalangan warga di Malaysia (Instagram.com/@undercover.id)

SENAYANPOST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan menjadi sorotan publik.

Tak hanya soal kerugian materi, karhutla di Kalimantan itu juga membayangi masa depan warga yang terdampak pencemaran udara imbas kabut asap yang meluas, termasuk ke wilayah Malaysia.

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Jumat, 21 Agustus 2026, ratusan sekolah di Malaysia dilaporkan terpaksa ditutup demi menghindari dampak buruk terhadap para siswa-siswanya.

"Penutupan dilakukan karena Indeks Pencemaran Udara (API) di kawasan tersebut telah masuk kategori sangat tidak sehat," tulis postingan tersebut.

Baca Juga: Kemarau Panjang dan Kebakaran Hutan (Laporan Sesdalopbang RI 1996-1998)

"Aktivitas belajar siswa selanjutnya dialihkan ke Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah," sambungnya.

Hal itu sontak menuai sorotan tajam bagi sebagian kalangan di jagat maya.

Bahkan, telah memicu desakan agar otoritas berwenang bergerak cepat dalam mengantisipasi dan mencari solusi agar karhutla tak lagi marak terjadi di Tanah Kalimantan.

Media lokal Malaysia, Bernama melaporkan sebanyak 108 sekolah di wilayah Serian, Serawak, ditutup sementara karena terimbas kabut asap karhutla di Kalimantan.

Komite Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak (JPBN) menyebutkan, setelah penutupan tersebut, Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah akan dilanjutkan.

Otoritas Malaysia menilai, pembelajaran di rumah dilakukan agar aktivitas belajar siswa tidak terganggu.

"Berdasarkan Rencana Aksi Kabut Nasional, yang berada di bawah yurisdiksi direktur Departemen Pendidikan Negara Bagian Sarawak," tulis JPBN Sarawak dikutip dalam keterangan resminya, pada Jumat, 21 Agustus 2026.

"Sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan segera ditutup begitu API mencapai 200," tambahnya.

JPBN Sarawak menyatakan, kualitas udara wilayahnya menunjukkan tren peningkatan pada pembacaan API sejak 1 Agustus 2026, dengan total 13 wilayah yang terdampak kabut asap karhutla di Malaysia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X