SENAYANPOST - Warganet ramai soroti gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Pulau Buluh, Kota Batam yang mendadak berhenti beroperasi meski belum genap setahun diresmikan.
Sebelumnya diketahui, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad sempat meresmikan Kopdes Pulau Buluh pada September 2025 lalu.
Saat peresmian, gerai Kopdes itu sempat disebut sebagai yang paling siap di Kota Batam.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, Gerai Kopdes itu ternyata menempati ruko milik warga, dengan ukuran sekitar seperempat lapangan voli dan konstruksi bangunan berbahan kayu.
Baca Juga: Satpam Bundaran HI Dipaksa Sujud, Polisi Usut Sopir Alphard Arogan
"Tutup karena dipakai rumah orang," ujar seorang warga, sebagaimana dilansir dari postingan Instagram @kilaskepri, pada Jumat, (24/7/26).
"Katanya harus punya gedung sendiri di tanah pemerintah," imbuhnya.
Usut punya usut, dugaan penyebab Gerai Kopdes di Pulau Buluh itu berhenti beroperasi lantaran terkendala modal. Benarkah demikian?
Pernah Mulai Jualan, Meski Gerai Belum Jadi
Secara terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim mengungkapkan, sejak awal pemerintah telah memfasilitasi koperasi di wilayah Kota Batam tersebut.
Baca Juga: DPR RI Jembatani Kesepakatan Telkom Pastikan Tidak Ada Pemutusan Hubungan Kerja
Salim menyebut, hal itu untuk menjalin kemitraan dalam penyediaan kebutuhan pokok hingga distribusi gas, meski saat itu gerai fisiknya belum dibangun.
"Awalnya walaupun gerainya belum jadi, mereka sudah mulai beroperasi," ungkap Salim dikutip dalam keterangannya, pada Jumat.
"Waktu mulai itu kita fasilitasi kemitraan untuk penyediaan sembako maupun gas," sambungnya.