nasional

Satpam Bundaran HI Dipaksa Sujud, Polisi Usut Sopir Alphard Arogan

Jumat, 24 Juli 2026 | 14:44 WIB
Menyoroti kronologi viralnya video dugaan satpam dipaksa bersujud usai tegur sopir Alphard di Bundaran HI, Jakarta Pusat. (Instagram.com/@undercover.id)

SENAYANPOST - Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti beredarnya video kamera pengawas CCTV yang memperlihatkan insiden cekcok antara pengemudi Alphard dengan seorang satpam di kawasan Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat.

Terlihat dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Jumat, (24/7/26), dilaporkan keributan bermula saat petugas keamanan itu tengah membantu pejalan kaki menyeberang jalan.

Dalam kasus ini, Pengendara Alphard itu diduga menerobos lampu penyebrangan hingga sempat mendapat teguran dari satpam tersebut.

"Lagi rame nyebrang di Halte HI Transjakarta, posisi lampu hijau buat pejalan kaki. Security bantu yang nyebrang, mobil ALPHARD HITAM D 1828 XHQ nerobos pejalan kaki," tulis postingan tersebut.

Baca Juga: DPR RI Jembatani Kesepakatan Telkom Pastikan Tidak Ada Pemutusan Hubungan Kerja

Video tersebut memperlihatkan adu mulut antara petugas keamanan dengan sejumlah orang yang mengenakan pakaian batik setelah turun dari mobil Alphard.

"Ditegurlah dengan security dengan cara digeplak mobilnya. Pemilik mobil tak terima, mereka turun dari mobil bawa security masuk ke dalam pos (polisi)," sambungnya.

Dugaan Satpam Dipaksa Bersujud Minta Maaf

Dalam kasus ini, oknum pengendara diduga sempat menunjukan Kartu Tanda Anggota (KTA) aparat untuk mengintimidasi satpam tersebut.

Oknum sopir arogan tersebut juga menuai sorotan usai diduga memaksa penjaga keamanan itu untuk bersujud minta maaf.

Baca Juga: Lirik Lagu LINGKARAN, Ghea Indrawari dalam Album RASI BINTANG

Atas insiden ini, Victor Harefa yang diketahui merupakan satpam di kawasan Bundaran HI tersebut memberikan klarifikasi atas kejadian itu.

"Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf," kata Victor dalam video klarifikasinya.

"Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas," sambungnya.

Halaman:

Tags

Terkini