nasional

Ahli Toksinologi Ungkap Dokter Icha Ketakutan saat Diintimidasi Anggota DPRD Timor Tengah Utara: Ditanya Nama Lengkap untuk Pelaporan

Selasa, 30 Juni 2026 | 16:01 WIB
Ahli toksinologi ungkap mendiang dokter Icha sempat ketakutan hadapi intimidasi anggota DPRD Timor Tengah Utara. (Tangkap layar YouTube Kang Hadi Conscience)

Dokter Icha Sudah Sesuai SOP

Lebih lanjut, dokter Maha menyebut bahwa kondisi pasien berada di fase lokal, sehingga tidak memerlukan anitibisa.

"Fase lokal ini hanya diperlukan pertolongan awal dan obat-obat, misalnya obat anti nyeri dan itu sudah dilakukan oleh dokter Icha dengan memberi parasetamol atau obat nyeri lainnya," imbuhnya.

Baca Juga: Tok! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Bui Buntut Skandal Korupsi Chromebook, Ini Awal Mula Kasusnya

"Jadi, sudah diberikan, kemudian observasi 24 jam sampai 48 jam. Jadi, memang kasus ini tidak membutuhkan antivenom," lanjutnya.

Dokter Maha juga meluruskan bahwa antivenom tidak diberikan bukan karena rumah sakit tidak memiliki stok, melainkan memang tidak dibutuhkan.

Kronologi Dugaan Intimidasi Anggota DPRD TTU

Munculnya dugaan intimidasi oleh anggota DPRD TTU ini bermula ketika pada 13 Juni 2026, dokter Icha yang tengah berjaga di IGD menerima pasien rujukan dari RSUD Kefamenanu ke RS Leona karena gigitan ular.

Pasien tersebut diketahui merupakan keluarga dari anggota DPRD TTU, Therensius Lazakar.

Saat menerima pasien tersebut, dokter Icha melakukan pemeriksaan dan sudah sesuai SOP karena telah melakukan konsultasi dengan dokter spesialis.

Pada saat itu, dokter Icha tidak memberikan vaksin antibisa karena belum direkomendasikan untuk diberikan kepada pasien.

Baca Juga: Kerja Sama Pertahanan Indonesia–Qatar Makin Erat, Kolonel Tengku Sony Saksikan Kelulusan Perwira TNI AU Pertama di Qatar

Keluarga yang tidak terima kemudian diduga melakukan intimidasi hingga membuat dokter Icha mengalami depresi dan akhirnya ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Perumahan RSS Baumata, Kupang Nusa Tenggara Timur pada Jumat, 26 Juni 2026.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius serta dalam penyelidikan, baik oleh kepolisian maupun Kementerian Kesehatan.***

Halaman:

Tags

Terkini