SENAYANPOST - Dokter Tri Maharani, spesialis toksinologi ular berbisa di Indonesia terus buka suara terkait kasus meninggalnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha.
Saat kabar dokter Icha meninggal dunia diduga mengalami depresi akibat mengalami intimidasi oleh anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), dokter Tri Maharani memastikan mendiang sudah melaksanakan tugas sesuai SOP.
"RIP dokter Icha, Anda sudah menjalankan tugas dengan baik. Kasus gigitan ular itu sudah dikonsulkan pada saya dan tidak membutuhkan antibisa karena fase lokal," tulis dokter Tri Maharani dalam unggahannya di Threads @maharani234, dikutip pada Selasa, 30 Juni 2026.
"Saya dikonsuli dan dokter Icha sudah menjalankan semua advise saya dengan benar dan tepat," tulisnya lagi pada utas lain.
Baca Juga: Kemenkes Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Dokter Icha, Akan Investigasi Dugaan Intimidasi
Sempat Ditelepon Berulang Kali oleh Dokter Icha
Dokter Tri Maharani atau yang kerap dipanggil dokter Maha mengungkapkan bahwa pada 13 Juni 2026 sekitar pukul 17.51 WIB, ia menerima banyak panggilan telepon dari dokter Icha.
"Saya mendapatkan berkali-kali telepon, saya catat di HP saya, saya ditelepon sekitar 3 sampai 4 kali dari nomor dokter Icha. Waktu itu memang saya dalam kondisi perjalanan," ucap dokter Maha, dikutip dari channel YouTube Kang Hadi Conscience pada Selasa, 30 Juni 2026.
"Dia mengatakan, 'Dokter Maha bisa bantu saya? Saya sedang dibentak-bentak dan dimarahi oleh keluarga yang membawa DPRD' gitu," lanjutnya.
Menurut dokter Maha dari keterangan dokter Icha, keluarga meminta antibisa, padahal sebelumnya, mendiang sudah berkonsultasi dengannya mengenai kondisi pasien tersebut.
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi IX DPR Kecam Dugaan Intimidasi Anggota DPRD terhadap Dokter Icha di NTT
"Sebelum dia menelepon berkali-kali dan chat WhatsApp, dia sudah konsul sebelumnya. Kasus mister K (pasien) ini, umurnya 20 tahun dan sudah ada pemeriksaan fisik laboratorium yang dilakukan rumah sakit dengan dokter Icha sebagai dokter jaga," jelasnya.
Dokter Maha juga membeberkan bahwa selain membentak, intimidasi juga dilakukan dengan menanyakan nama lengkap dokter Icha.
"Sempat tanya tentang nama lengkap dokter Icha untuk melakukan pelaporan entah ke mana. Nah, dari WhatsApp ini saya tahu dokter Icha dalam keadaan ketakutan," sambungnya.
Artikel Terkait
Kemenkes Jelaskan Kronologi Kematian Dokter Magang di Cianjur Akibat Komplikasi Campak
Kemenkes Investigasi Kematian dr. Myta Aprilia: Ancaman Sanksi Pembekuan Fasilitas Kesehatan Jika Terbukti Lalai
Kemenkes Ungkap Hasil Investigasi Kematian dr Myta: Alami Penyakit Paru Berat Setelah Bertugas di IGD
Kemenkes Terbitkan 4 Aturan Baru Program Internship Dokter: Batasi Jam Kerja dan Larang Intern Jadi Dokter Pengganti
Kemenkes Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Dokter Icha, Akan Investigasi Dugaan Intimidasi