Saat itu, Prabowo menandatangani sejumlah perjanjian dan nota kesepahaman antara pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi, dengan nilai total mencapai sekitar 27 miliar USD atau sekitar Rp482,1 triliun.
Kesepakatan tersebut mencakup bidang energi bersih, industri petrokimia, dan layanan bahan bakar penerbangan.
"Kedua pihak menyambut baik penandatanganan sejumlah perjanjian dan nota kesepahaman selama kunjungan ini antara lembaga-lembaga sektor swasta, yang nilainya mencapai sekitar 27 miliar USD di sejumlah bidang," demikian tercantum dalam pernyataan bersama RI-Saudi itu.
Baca Juga: Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi dalam Kasus Korupsi Chromebook
"Termasuk energi bersih, industri petrokimia, dan layanan bahan bakar penerbangan, yang mencerminkan aspirasi kedua pihak menuju kemitraan ekonomi yang maju," tandasnya.
MoU Rp685,6 T di Business Summit US-ABC
Di lain kesempatan, Prabowo juga pernah melawat ke Washington DC, AS, pada Rabu, (18/2/26) lalu.
Lawatan itu dalam rangka menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (MoU) senilai 38,4 miliar USD atau setara Rp685,6 triliun.
Sekretariat Kabinet menyebut, penandatanganan 11 MoU ini menjadi wujud konkret kolaborasi sektor pemerintah serta swasta kedua negara di berbagai bidang.
Baca Juga: Momen Prabowo Semangati Siswa SMPN 111 yang Ingin Jadi Presiden
Hal tersebut, mulai dari pertambangan dan hilirisasi, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, hingga manufaktur furnitur dan pengembangan teknologi.
Investasi Rp583,71 T usai Lawatan ke Jepang-Korsel
Dalam kesempatan berbeda, Presiden Prabowo diketahui pernah melawat ke Tokyo, Jepang pada Jumat, (20/3/26). Saat itu, kesepakatan yang tercapai dalam forum tersebut memiliki nilai total sebesar 23,63 miliar USD atau sekitar Rp401,71 triliun.
Kemudian, Prabowo juga menyambangi Korea Selatan (Korsel) pada Rabu, (1/4/26). Penguatan kerja sama RI-Korsel itu diketahui ditandai dengan penandatanganan sejumlah MoU antara pelaku bisnis kedua negara senilai 10,2 miliar USD atau setara Rp182 triliun.
Kesepakatan Bisnis RI-Perancis Capai Rp61,25 T