SENAYANPOST - Publik di jagat maya, kini sedang menyoroti kontroversi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Kalimantan Barat.
Warganet menyayangkan dengan respons yang diberikan oleh juri dan MC atau pembawa acara dari acara tersebut, ketika siswa peserta dari SMAN 1 Pontianak melakukan protes.
MC atau pembawa acara wanita dalam acara tersebut, yakni Shindy Lutfiana, membuat geram warganet karena dianggap melakukan gaslighting kepada peserta yang melayangkan protes pada keputusan juri.
Salah satu hal yang membuat warganet geram adalah jawabannya, menyebut bahwa juri adalah orang-orang berkompeten dan pernyataan lainnya, yakni dianggap tidak memvalidasi perasaan peserta.
Baca Juga: Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR, Salsa Erwina Nilai Siswa Dipaksa Nerima Keputusan yang Salah
“Baik adik-adik, keputusan di dewan juri karena dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengar jawaban dari adik-adik. Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja, nanti bisa dilihat tayangan ulangnya,” ucap Shindy saat itu.
Dalam permintaan maafnya, ia menyadari bahwa kalimat, ‘Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja’ tidak seharusnya diucapkan dalam forum tersebut.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu, ‘Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja,’ yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut,” ujarnya dalam unggahan permintaan maaf di akun Instagram miliknya pada Selasa, 12 Mei 2026.
“Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak,” lanjutnya.
Pesan dalam unggahannya tersebut, juga permintaan maaf yang ditujukan kepada peserta dan pihak sekolah, yang terlibat dalam persiapan lomba cerdas cermat tersebut.
“Khususnya (minta maaf) pada adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping/pembimbing dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta seluruh masyarakat terutama masyarakat Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti dan memberikan perhatian terhadap kegiatan ini,” ungkap Shindy.
Lebih lanjut, Shindy mengungkapkan akan menjadi evaluasi bagi dirinya agar hal serupa tidak terulang di masa depan.
“Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa kecewa, tersakiti, maupun terdampak oleh ucapan-ucapan saya,” tuturnya.
“Peristiwa ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati, bijaksana, serta lebih cermat dalam memilih dan menggunakan diksi ketika menjalankan tugas di ruang publik. Saya berkomitmen untuk menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi terhadap diri saya, agar dapat bersikap lebih baik dan bijak ke depannya,” tegasnya.