nasional

Dirut KAI Bobby Rasyidin Blak-blakan Ungkap Alasan Penempatan Gerbong Perempuan di Ujung Rangkaian KRL

Rabu, 29 April 2026 | 21:54 WIB
Gerbong Perempuan di KRL (Dok. Senayan Post)

SENAYANPOST - Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), akhirnya buka suara mengenai usulan pemindahan posisi gerbong perempuan ke tengah rangkaian KRL.

Usulan pemindahan tersebut viral jadi perbincangan warganet di media sosial setelah disampaikan oleh Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, usai menjenguk korban kecelakaan KRL line Cikarang yang tertabrak Argo Bromo Anggrek.

Bobby menegaskan bahwa, KAI mengutamakan keselamatan kepada para penumpang tanpa membedakan gender.

“Tidak ada toleransi, tidak ada kompromi, baik itu pelanggan pelanggan atau pengguna jasa perempuan atau laki-laki. Kita tidak bedakan keselamatan antara gender perempuan dan laki-laki,” kata Bobby kepada awak media dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi pada Rabu, 29 April 2026.

Baca Juga: Adik Salah Satu Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Ungkap sang Kakak Baru Mulai Kerja Usai Cuti Lahiran

“Tentang penempatan laki-laki dan perempuan, itu hanya kenyamanan atau kemudahan saja,” sambungnya.

Bobby juga menyebut bahwa selain kenyamanan dan kemudahan akses, juga ada aspek keamanan dalam kereta yang dipertimbangkan.

Dalam kesempatan yang sama, Bobby membeberkan alasan disediakan gerbong khusus untuk perempuan.

“Selama ini kami melakukan pemisahan karena ada beberapa aspek. Aspek pertama adalah supaya tidak terjadi yang namanya harassment,” terangnya.

“Yang kedua, adalah memberikan kemudahan-kemudahan akses untuk para perempuan juga,” lanjutnya.

Mengenai keamanan, posisi gerbong perempuan saat ini dalam rangkaian KRL dinilai aman karena justru dekat dengan para petugas keamanan atau security.

“Memberikan security yang lebih karena itu kan dekat, lebih dekat dengan penjaga yang ada di ujung ke ujung. Jadi, untuk sementara, aspek itu yang kita gunakan,” tambahnya.

Sebelumnya, Arifah mengaku telah melakukan pembicaraan dengan pihak KAI mengenai posisi gerbong perempuan dalam rangkaian KRL.

“Tadi kalau tadi kita ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujar Arifah kepada awak media di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi pada Selasa, 28 April 2026 lalu.

Halaman:

Tags

Terkini