nasional

Warga Aceh Masih Berjibaku dengan Lumpur Bekas Banjir, Mendagri Tito Target Kebut Pembersihan Sebelum Ramadan

Rabu, 21 Januari 2026 | 19:07 WIB
Warga Aceh masih bergulat dengan lumpur bekas banjir, sementara Mendagri Tito Karnavian targetkan tuntas sebelum Ramadan tiba. (Instagram.com/@bayugawtama)

"Banyak rumah warga yang masih dipenuhi lumpur, sehingga mereka belum bisa masuk ke rumah," tulisnya lagi.

Sementara video lain yang diunggah oleh akun Instagram @syahrur_sr647, menunjukkan kemajuan pembersihan lumpu pada salah satu ruam warga.

"Kondisi rumah yang tertanam lumpur kemarin tanggal 6 Januari 2026, sekarang sudah bersih digali oleh berat. Sepuluh hari yang lalu bahkan rumahnya tidak nampak seperti sekarang," dikutip dari keterangan caption unggahan pada Minggu, 18 Januari 2026.

Baca Juga: Demi Jual Durian ke Takengon Aceh Tengah, Warga Kecamatan Linge Rela Jalan Kaki Lewati Sungai dan Tebing Sejauh 2 Km 

"Alhamdulillah sekarang sudah nampak rumah seperti semula, semoga puasa ini warga bisa beribadah dengan tenang dan lancar Ya Allah," lanjutnya.

Pembersihan rumah tersebut dilakukan menggunakan alat berat untuk mengeruk lumpur yang cukup tinggi.

"Sudah dibersihkan oleh alat berat. Tinggi lumpurnya melewati tiang, Alhamdulillah. Samping masih tinggi," sambungnya.

Target Mendagri: Lumpur Bersih Sebelum Ramadan

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian sempat mengingatkan Pemkab Aceh Tamiang untuk bisa membersihkan lumpur sebelum masuk Ramadan 1447 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan ketika penyerahan 456 unit gerobak sorong dan bantuan mi instan pada 11 Januari 2026 lalu.

Baca Juga: Pendakwah Salim A Fillah Pamit dari Wilayah Bencana Aceh Usai Bangun Jembatan untuk Akses 7 Desa hingga Sekolah Darurat

Selain pada Pemkab Aceh Tamiang, Tito juga pernah menyinggung percepatan pembersihan sungai dengan diimbangi penambahan personel dari TNI dan Polri.

"Kekuatan yang ada menurut pendapat saya perlu ditambah tambahan BKO, TNI, dan Polri," ucapnya dalam rapat yang digelar pada 10 Januari 2026 lalu di Banda Aceh, Aceh.

Ia membeberkan sempat meminta tambahan 5.000 personel dari Polri dan 10.000 personel dari TNI untuk membantu pembersihan lumpur.

Selain dari TNI/Polri, para siswa dari Sekolah Ikatan Dinas juga diterjunkan untuk percepatan penanganan.

Halaman:

Tags

Terkini