Kondisi makin memprihatinkan ketika bantuan yang sebelumnya diberikan dan disimpan di rumah, justru hilang diambil orang.
"Habis salat Ashar, saya pulang tengok rumah ibu. Saya kehilangan barang-barang, diambil orang. Apa yang dikasih orang, saya taruh di dalam rumah, nggak dikunci besoknya datang nggak ada lagi," jelasnya.
Tak hanya hilang karena ulah orang tak bertanggung jawab, barang-barang lainnya juga hanyut saat banjir susulan datang lagi.
"Begitu datang lagi, saya kunci pintu. Habis itu datang banjir lagi, hanyut semua, udah basah nggak diambil lagi. Pertama bantuan dicuri, yang kedua dihantam sama air banjir," lanjutnya.
Persiapan Huntara Pemkab Pidie Jaya
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya telah menyiapkan lokasi untuk pembangunan hunian sementara (huntara).
Pembangunan huntara itu untuk mengurangi kepadatan warga terdampak banjir yang masih mengungsi di 37 titik pengungsian.
Menurut data Posko Tanggap Bencana Pidie Jaya per 3 Januari 2026, ada 3.782 Kepala Keluarga (KK) atau 13.208 jiwa yang masih mengungsi.
Posko pengungsian di Pidie Jaya, di antaranya ada di Kecamatan Meureudu sebanyak 15 titik, Kecamatan Meurah Dua sebanyak 20 titik, dan dua titik pengungsian di Kecamatan Bandar Dua.***