SENAYANPOST - Seorang warga dari Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menceritakan saat ia dan keluarganya harus kehilangan rumah karena terjangan banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025 lalu.
Dalam penuturannya, ia dan keluarganya dievakusi pada hari keempat usai banjir mulai masuk ke pemukiman warga.
"Kami diambil sama tim SAR sama anggota polisi, dibawa ke rumah sakit dan dirawat 4 malam," ujarnya dikutip dari video yang diunggah oleh akun Instagram @rizkirinanda pada Senin, 5 Januari 2026.
Rumah Hancur, Tak Ada Tempat Pulang
Saat dijadwalkan pulang oleh pihak rumah sakit, kebingungan muncul karena rumahnya sudah rusak karena hantaman banjir.
"Dokter masuk, ibu udah boleh pulang. Saya jawab, 'Bapak dokter, saya mau pulang ke mana?' Akhirnya ada orang yang anaknya ada rumah di Dayah Paneuk," imbuhnya.
Ia dan keluarganya lantas menginap untuk sementara waktu di rumah tersebut.
Sampai malam kedua menginap di rumah tersebut, banjir susulan kembali datang dan beruntung air tak setinggi sebelumnya.
"Datang kayu panjang, ada kira-kira 10 meter. Ada akar, ada dahannya hantam teras sampai miring," imbuhnya.
Evakuasi ke Posko Pengungsian
Setelah banjir susulan, ia melanjutkan bahwa ada evakuasi yang dilakukan oleh tim dan membawanya bersama keluarga ke posko pengungsian.
"Besoknya kami dievakuasi sampai sekarang. Di sini ada 18 orang, apa yang ada makan gitu. Tapi saya nggak sempat lapar, makan orang sakit dan anak-anak dulu, kami nggak apa-apa," kenangnya.
Baca Juga: Tanpa Baju Seragam, Anak-anak Aceh Tamiang Tetap Semangat di Hari Pertama Sekolah
Artikel Terkait
Cerita Warga Dusun Lelabu Aceh Tengah saat Banjir Bandang dan Tanah Longsor Melanda, 4 Jam Mendayung Sampan ke Takengon Selamatkan Diri
Durian Ketol Asal Aceh yang Beredar di Pasar, Ternyata Diangkut Kuli Penyeberang Jembatan Seharga Rp2000 per Buah
Andalkan Tali Sling, Sejumlah Desa di Kecamatan Ketol Aceh Tengah Masih Terisolir Pascabanjir Bandang dan Longsor
Tanpa Baju Seragam, Anak-anak Aceh Tamiang Tetap Semangat di Hari Pertama Sekolah
BNPB Sempat Perkirakan Rp150 Juta, Sumur Bor di Aceh Ini Justru Dibuat Hanya Rp15 Juta dari Bantuan Warga