Cerita Warga Pidie Jaya Aceh, Dievakuasi Setelah Hari ke-4 Banjir dan Tinggal Bersama 18 Orang di Posko: Makan Apa yang Ada

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 6 Januari 2026 | 16:01 WIB
Seorang warga Pidie Jaya Aceh ceritakan saat ia harus kehilangan rumah akibat terjangan banjir dan longsor November lalu. (Instagram.com/@rizkirinanda)
Seorang warga Pidie Jaya Aceh ceritakan saat ia harus kehilangan rumah akibat terjangan banjir dan longsor November lalu. (Instagram.com/@rizkirinanda)

SENAYANPOST - Seorang warga dari Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menceritakan saat ia dan keluarganya harus kehilangan rumah karena terjangan banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025 lalu.

Dalam penuturannya, ia dan keluarganya dievakusi pada hari keempat usai banjir mulai masuk ke pemukiman warga.

"Kami diambil sama tim SAR sama anggota polisi, dibawa ke rumah sakit dan dirawat 4 malam," ujarnya dikutip dari video yang diunggah oleh akun Instagram @rizkirinanda pada Senin, 5 Januari 2026.

Rumah Hancur, Tak Ada Tempat Pulang

Saat dijadwalkan pulang oleh pihak rumah sakit, kebingungan muncul karena rumahnya sudah rusak karena hantaman banjir.

Baca Juga: BNPB Sempat Perkirakan Rp150 Juta, Sumur Bor di Aceh Ini Justru Dibuat Hanya Rp15 Juta dari Bantuan Warga

"Dokter masuk, ibu udah boleh pulang. Saya jawab, 'Bapak dokter, saya mau pulang ke mana?' Akhirnya ada orang yang anaknya ada rumah di Dayah Paneuk," imbuhnya.

Ia dan keluarganya lantas menginap untuk sementara waktu di rumah tersebut.

Sampai malam kedua menginap di rumah tersebut, banjir susulan kembali datang dan beruntung air tak setinggi sebelumnya.

"Datang kayu panjang, ada kira-kira 10 meter. Ada akar, ada dahannya hantam teras sampai miring," imbuhnya.

Evakuasi ke Posko Pengungsian

Setelah banjir susulan, ia melanjutkan bahwa ada evakuasi yang dilakukan oleh tim dan membawanya bersama keluarga ke posko pengungsian.

"Besoknya kami dievakuasi sampai sekarang. Di sini ada 18 orang, apa yang ada makan gitu. Tapi saya nggak sempat lapar, makan orang sakit dan anak-anak dulu, kami nggak apa-apa," kenangnya.

Baca Juga: Tanpa Baju Seragam, Anak-anak Aceh Tamiang Tetap Semangat di Hari Pertama Sekolah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X