SENAYANPOST - Sudah 40 hari sejak banjir bandang dan tanah longsor menerjang tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Lebih dari sebulan pascabanjir awal, masih ada sejumlah desa yang terisolir karena akses jalan yang terputus total.
Salah satunya di beberapa desa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah yang warganya masih kesulitan karena jalan yang putus total.
Satu-satunya yang bisa diharapkan oleh warga Kecamatan Ketol adalah tali sling sebagai penghubung beberapa desa.
Momen Ayah dan Anak Desa Burlah saat Menyeberangi Sungai
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @explore_ketol, menunjukkan perjuangan seorang ayah dan anak di Desa Burlah saat akan menyeberangi sungai.
Keduanya berpegangan erat ketika air di bawahnya memiliki arus deras dan penerangan yang minim.
"Sebanyak sembilan desa masih terisolir, terputus dari akses utama, dan harus menjalani kehidupan dalam gelap gulita tanpa aliran listrik," tulis keterangan pada video yang diunggah pada Senin, 5 Januari 2026.
Terlihat di video tersebut, penerangan hanya mengandalkan flash HP dan lampu senter untuk memantau proses menyeberangi sungai.
Tali Sling untuk Mobilitas Sehari-hari
Tali sling dari kabel listrik PLN itu dibuat oleh masyarakat sebagai satu-satunya cara agar warga tetap bisa beraktivitas, meski bahaya jatuh dan hanyut mengancam.
Tak hanya untuk menyeberang warga, tali sling itu juga menjadi cara agar hasil bumi seperti durian, cabai, kopi, hingga beras tetap bisa terangkut sampai ke pasar.