nasional

Soal Wacana Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Pendidikan Indonesia, Bonnie Triyana: Bahasa Inggris dan Mandarin Lebih Relevan

Minggu, 26 Oktober 2025 | 18:05 WIB
Anggota DPR RI Bonnie Triyana menanggapi wacana Prabowo memasukkan bahasa Portugis ke dalam kurikulum pendidikan Indonesia. (Instagram.com/@presidenrepublikindonesia)

Anggota DPR itu menilai belum jelas dari mana tenaga pengajar akan didatangkan serta bagaimana pembiayaannya akan disiapkan oleh pemerintah.

"Namun lagi-lagi pertanyaannya siapa yang akan mengajar? Gurunya dari mana? Apakah juga siap dengan anggarannya?" kata legislator dari daerah pemilihan Banten I itu.

Baca Juga: Inikah Wujud Mobil Nasional yang Disebut Presiden Prabowo?

Bahasa Inggris dan Mandarin Dinilai Lebih Relevan

Bonnie menyarankan agar pemerintah lebih fokus pada peningkatan kualitas pengajaran bahasa Inggris dan Mandarin.

Menurutnya, kedua bahasa tersebut memiliki nilai strategis tinggi dalam dunia kerja, perdagangan, hingga diplomasi internasional.

"Lebih baik maksimalkan mutu pengajaran bahasa Inggris. Atau kalau mau ada tambahan pelajaran bahasa, bahasa Mandarin jauh lebih strategis untuk diajarkan," ucapnya.

Menurut Bonnie, bahasa Inggris masih menjadi kunci utama dalam pendidikan global dan komunikasi internasional.

Sementara, bahasa Mandarin semakin penting seiring meningkatnya peran ekonomi China di dunia.

Baca Juga: Resahnya Warga Cari Kerja Jadi Sorotan Prabowo di Sidang Kabinet, Lihat Lagi Target Menkeu Purbaya di Akhir 2025

Latar Belakang Wacana Bahasa Portugis di Sekolah

Wacana pengajaran bahasa Portugis di Indonesia pertama kali disampaikan Presiden Prabowo saat menjamu Presiden Brasil di Istana Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyebut Brasil sebagai mitra penting Indonesia dan bertekad mempererat kerja sama bilateral kedua negara.

"Karena pentingnya hubungan ini (Indonesia–Brasil), saya sudah putuskan bahwa Bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas di pendidikan kita," kata Prabowo kala itu.***

Halaman:

Tags

Terkini