"Saya waktu almarhum Yasser Arafat kemari, kebetulan saya perwira yang mengawal beliau. Saya sangat beruntung, banyak sekali saya mendengar cerita dari beliau tentang Palestina," ungkap Hendropriyono.
Menurutnya, pesan Arafat sangat jelas: perjuangan Palestina hanya bisa berhasil lewat jalur politik.
Baca Juga: Setelah Klaim Damaikan Iran-Israel, Trump Kini Berupaya Tengahi Konflik di Wilayah Afrika
"Jadi menurut almarhum, tidak akan bisa selesai selain dengan kekuatan politik, jadi harus dengan kekuatan politik," kata Hendropriyono.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya memiliki hubungan dekat dengan para Duta Besar Palestina di Indonesia sejak masa Arafat hingga dubes saat ini.
"Saya pertama kali ketemu itu, saya mendampingi, makan, apa-apa," kenangnya.
"Kemudian ada penunjukan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, dari dubes ke dubes saya dekat semuanya, termasuk yang sekarang," jelasnya.
Menariknya, Hendropriyono memberi analisis berbeda soal Hamas.
"Sehingga, analisis saya agak lain. Kalau Hamas ini tersingkir dari Gaza, Palestina juga senang, jangan marah ini," ujarnya sambil terkekeh.
Hendropriyono menegaskan bahwa ketegangan di kawasan perlu dikelola secara hati-hati agar tidak meledak menjadi konflik lebih besar, apalagi di era proksi yang sarat adu domba intelijen.***