nasional

Prediksi AM Hendropriyono soal Perang Tarif Donald Trump: Tiga Bulan Lagi...

Selasa, 15 April 2025 | 15:05 WIB
Berikut prediksi mantan kepala BIN AM Hendropriyono soal perang tarif yang dikeluarkan presiden AS Donald Trump baru-baru ini. (X.com/@realDonaldTrump)

SENAYANPOST - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono memberikan prediksi soal perang tarif yang dikeluarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Menurutnya, Donald Trump dalam waktu tidak akan lama lagi akan menarik kebijakan ekonomi kontroversial tersebut.

Diketahui, kebijakan tersebut membuat hubungan AS dan China menegang dan jadi sorotan dunia internasional.

"Dengan adanya perkembangan keadaan dalam perang dunia ekonomi perdagangan dan finansial terakhir, saya ingin menyampaikan perkiraan keadaan strategis atau kirkastra," kata AM Hendropriyono pada 14 April 2025.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Kejayaan Imperium Majapahit di Museum Trowulan

"Dalam waktu yang tidak terlalu lama atau paling lama tiga bulan lagi, Amerika Serikat (AS) akan menghentikan perang tarif Donald Trump," tambahnya.

Menurut eks Kepala BIN itu, Trump hanya memiliki satu pilihan.

"Hanya ada satu pilihan bagi Trump, yaitu menyerah terhormat atau dimakzulkan oleh bangsa Amerika sendiri," jelasnya.

Hendropriyono juga mengungkapkan ketegangan antara Trump dan Elon Musk yang merupakan pendukung terbesarnya.

"Saat ini ketidaksepahaman antara Presiden Trump dan pendukung utamanya Elon Musk semakin menjurus kepada perpecahan," ungkapnya.

Baca Juga: Momen Spesial Raja Abdullah II Sambut Prabowo di Jordania, Kerahkan Pesawat Tempur hingga Disetiri ke Hotel

"Ketika Trump mengangkat Elon Musk masuk ke dalam kabinet saham Tesla melejit naik walau hanya sebentar karena perkembangan keadaan yang negatif untuk AS ini, maka saham Tesla akan anjlok terus untuk waktu yang sulit diduga," imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa lebih dari setengah pasokan baterai Tesla diperoleh dari China.

"Lebih banyak yang sepaham dengan Elon Musk yang pasokan blade battery elektronic platform 3.0 yang 60 persennya dari China terhenti oleh BYD," katanya.

Halaman:

Tags

Terkini