nasional

Pemerintah Bantah Bakal Relokasi Warga Gaza ke Indonesia: Ini Tidak Dapat Diterima

Selasa, 21 Januari 2025 | 17:26 WIB
Pemerintah Indonesia membantah bakal relokasi warga Gaza sebagaimana diklaim tim Donald Trump belum lama ini. (X.com/@UNRWA)

SENAYANPOST - Pemerintah Indonesia secara tegas membantah bakal relokasi warga Gaza saat rekonstruksi pascaperang.

Sebelumnya, tersiar kabar bahwa salah satu tim Donald Trump mengatakan akan ada relokasi warga Gaza dan salah satu negara tujuannya adalah Indonesia.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memberikan tanggapannya terkait kabar ini setelah Presiden Donald Trump dilantik.

Lebih lanjut, Kemlu mengaku belum mendapat informasi dari pemerintah Trump terkait rencana yang kontroversial ini.

Baca Juga: Israel Bebaskan 90 Warga Palestina yang Ditahan, Bagian dari Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

"Pemerintah RI tidak pernah memperoleh informasi apa pun, dari siapapun, maupun rencana apa pun terkait relokasi sebagian dari 2 juta penduduk Gaza ke Indonesia sebagai salah satu bagian dari upaya rekonstruksi pasca konflik," tulis Kemlu dari akun X @@Kemlu_RI pada 21 Januari 2025, dikutip SenayanPost.com.

Kemlu menegaskan bahwa Indonesia menghindari spekulasi tersebut.

Diketahui, kabar tersebut banyak diunggah oleh media AS dan Israel.

"Pemerintah menghindari berspekulasi tentang isu tersebut tanpa adanya informasi yang lebih jelas," lanjutnya.

Baca Juga: Hamas Serahkan 3 Tawanan Israel kepada Palang Merah di Gaza

Dalam pernyataan resminya, Indonesia menolak dengan tegas rencana relokasi tersebut dan tidak dapat diterima.

Jika relokasi itu dilakukan, bukan tidak mungkin Israel akan mengambil kesempatan untuk aneksasi Jalur Gaza jika ditinggalkan penduduknya.

"Indonesia tetap tegas dengan posisi: segala upaya untuk memindahkan warga Gaza tidak dapat diterima. Upaya untuk mengurangi penduduk Gaza hanya akan mempertahankan pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina dan sejalan dengan strategi yang lebih besar yang bertujuan untuk mengusir orang Palestina dari Gaza," jelasnya.

Terlebih lagi saat ini sedang berlangsung gencatan senjata di Gaza.

Halaman:

Tags

Terkini